BlogsSep 2, 2026

10 Criteria for Determining High-Quality Shrimp Post-Larvae

10 Criteria for Determining High-Quality Shrimp Post-Larvae

Pemilihan benur udang merupakan tahap pertama untuk memastikan keberhasilan budidaya udang. Benur yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dengan baik, beradaptasi dengan kolam, dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi. 

Untuk itu, penting bagi Anda mengetahui ciri-ciri benur udang yang baik sebelum melepaskannya ke kolam agar risiko kematian benur dan kerugian produksi bisa menurun. Benur berkualitas baik harus memiliki ukuran, kondisi fisik, perilaku, dan riwayat kesehatan yang baik. Berikut penjelasan lengkapnya.:

1. Bersertifikat SPF atau SPR Hatchery Terpercaya

Salah satu tanda benur udang memiliki kualitas baik adalah berasal dari tempat pembibitan yang menerapkan standar kesehatan dan memiliki sertifikasi seperti SPF (Specific Pathogen Free) atau SPR (Specific Pathogen Resistant). Sertifikat ini menunjukkan bahwa benur telah diperiksa, sehingga kondisinya lebih aman dari risiko penyakit tertentu. 

Benur dari tempat terpercaya biasanya dihasilkan melalui seleksi induksi dan pengawasan yang ketat selama proses pembenihan. Hal ini penting karena benur yang sehat sejak awal akan lebih mudah beradaptasi saat dipindahkan ke lingkungan tambak yang memiliki kondisi berbeda dengan tempat asalnya. 

2. Ukuran Tubuh Seragam

Benur yang memiliki ukuran tubuh seragam menunjukkan bahwa proses pemeliharaan selama fase pembenihan berjalan dengan baik. Keseragaman ukuran membuat populasi udang lebih mudah dikelola karena sebagian besar benur berada pada tahap perkembangan yang hampir sama. 

Jika ukuran benur dalam satu kelompok terlalu berbeda, biasanya akan muncul persaingan yang lebih tinggi saat mendapatkan pakan. Benur yang berukuran kecil berisiko kalah bersaing sehingga pertumbuhannya dapat semakin tertinggal dibandingkan udang yang lebih besar. 

3. Warna Tubuh Normal, Tidak Pucat atau Kemerahan

Warna tubuh menjadi salah satu indikator sederhana yang dapat diamati ketika memilih benur. Benur yang sehat umumnya memiliki warna tubuh alami, terlihat transparan, dan tidak menunjukkan perubahan warna pucat. 

Perubahan warna jadi tanda bahwa udang stres atau memiliki gangguan kesehatan tertentu. Oleh karena itu, pemeriksaan warna tubuh perlu dilakukan bersama dengan pengamatan kondisi fisik lainnya sebelum benur ditebar ke tambak. 

4. Tubuh dan Organ Lengkap serta Transparan

Ciri benur yang sehat bisa dilihat dari kondisi tubuhnya yang lengkap dan tidak cacat. Bagian tubuh mulai dari kepala, badan, kaki, hingga ekor harus berkembang dengan baik karena berperan dalam membantu benur bergerak, berenang, dan mencari pakan. 

Selain kelengkapan fisik, benur yang berkualitas biasanya punya tubuh yang bening atau transparan. Tak heran, bagian dalam tubuh, termasuk saluran pencernaan pun bisa terlihat dengan cukup jelas. 

5. Mata Mengilap dan Tidak Ada Bercak

Kondisi mata juga jadi salah satu indikator sederhana untuk melihat kualitas benur udang. Benur yang sehat umumnya punya mata yang cerah, jernih, dan mengilap. 

Jika mata keruh, redup, atau berbintik-bintik kemungkinan udang tersebut bermasalah. Proses sederhana memeriksa mata udang penting untuk dilakukan sebelum memasukkan benur ke dalam kolam.  

6. Antena dan Ekor Utuh, Tidak Cacat

Untuk membantu pergerakan dan menjaga keseimbangan, hal ini dipengaruhi oleh antena dan ekor.  Oleh karena itu, benur yang baik seharusnya memiliki antena serta ekor yang lengkap, tidak patah, dan tidak mengalami kerusakan fisik. 

Kerusakan pada bagian tubuh ini dapat menyebabkan penurunan kemampuan berenang benur dan menunjukkan bahwa benur tidak dirawat dengan baik selama proses pemeliharaan, panen, atau pengangkutan dari tempat hatchery ke kolam. 

7. Kondisi Usus Terisi, Menandakan Aktif Makan

Salah satu cara sederhana untuk melihat kondisi benur adalah dengan memperhatikan bagian saluran pencernaannya. Benur yang sehat biasanya memiliki usus yang terisi karena menunjukkan bahwa udang aktif makan dan mampu memanfaatkan pakan dengan baik. 

Benur dengan usus kosong dalam jumlah banyak dapat menjadi tanda bahwa udang kurang mendapatkan asupan makanan atau sedang mengalami stres. Kondisi ini perlu diperhatikan karena benur yang tidak aktif makan akan lebih sulit tumbuh dan beradaptasi setelah ditebar di tambak. 

8. Gerakan Aktif dan Responsif Saat Disentuh

Pergerakan benur menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitasnya. Benur yang sehat biasanya bergerak aktif, berenang dengan arah yang normal, serta memberikan respon ketika terjadi gangguan atau perubahan kondisi di sekitarnya. 

Saat dilakukan pengamatan, benur yang berkualitas akan terlihat lincah dan tidak hanya diam di satu tempat. Aktivitas berenang yang baik menunjukkan bahwa kondisi fisik dan energi benur berada dalam keadaan yang mendukung untuk proses pemeliharaan berikutnya. 

9. Tidak Berenang Miring, Terbalik, atau Mengumpul di Dasar

Menariknya, cara benur berenang juga dapat membantu mengidentifikasi kualitas benur yang baik. Benur yang normal biasanya berenang dengan posisi tubuh seimbang dan menyebar secara merata, bukan bergerombol di satu area tertentu. 

Jika ditemukan banyak benur berenang miring, terbalik, atau hanya berkumpul di dasar wadah, kondisi tersebut diwaspadai. Perilaku tersebut dapat menunjukkan adanya stres, kualitas air yang kurang baik, atau gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi kemampuan bertahan hidup benur. 

10. Lolos Uji Stres Sebelum Dikirim ke Tambak

Sebelum dikirim ke tambak, benur yang berkualitas biasanya melewati proses uji stres untuk mengetahui kemampuan adaptasinya terhadap perubahan lingkungan. Pengujian ini dilakukan dengan memberikan kondisi tertentu yang menyerupai perubahan saat proses transportasi maupun penebaran. 

Benur yang mampu melewati uji stres menunjukkan bahwa kondisinya cukup kuat untuk menghadapi perubahan suhu, salinitas, maupun kondisi air yang berbeda. Proses ini penting dilakukan karena perjalanan dari hatchery menuju tambak dapat memberikan tekanan bagi benur. 

Jika benur yang datang tidak menunjukkan ciri-ciri berkualitas, Anda sebaiknya tidak langsung melakukan penebaran ke tambak. Lakukan pemeriksaan ulang terhadap kondisi benur, mulai dari tingkat aktivitas, keseragaman ukuran, kondisi fisik, hingga jumlah benur yang mengalami kematian selama perjalanan. 

Apabila ditemukan masalah yang cukup serius, segera dokumentasikan kondisi benur dan lakukan komunikasi dengan pihak hatchery. Pemilihan benur pengganti atau tindakan penanganan tertentu dapat dilakukan sesuai kesepakatan agar risiko kerugian dalam proses budidaya dapat diminimalkan. 

Selain itu, petambak juga perlu melakukan aklimatisasi dengan benar sebelum benur masuk ke tambak. Proses penyesuaian suhu, salinitas, dan kondisi air membantu mengurangi stres sehingga benur memiliki peluang bertahan hidup lebih tinggi setelah ditebar. 

Apabila sudah memahami tanda-tanda benur yang berkualitas, selanjutnya Anda dapat membaca lebih lanjut Panduan Persiapan Tambak Udang agar Bisa Panen Maksimal dan juga Cara Menguras Air Tambak Udang Sebelum Siklus Baru.

Memiliki benur berkualitas merupakan langkah awal yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan budidaya udang. Benur yang sehat, aktif, memiliki bentuk tubuh lengkap, berasal dari hatchery terpercaya, dan mampu beradaptasi dengan baik akan membantu meningkatkan peluang pertumbuhan udang yang optimal. 

Referensi:

10 Criteria for Determining High-Quality Shrimp Post-Larvae
10 Criteria for Determining High-Quality Shrimp Post-Larvae
Agroveta Logo
Address: Kalbe Business Innovation Center, 4th Floor, Jl. Pulogadung No. 23 Kav. II G5, Pulogadung Industrial Estate, East Jakarta 13930
Phone: (021) 5086 7668

© Copyright PT Agroveta Husada Dharma 2026. All Right Reserved.

Agroveta Preloader
Agroveta