BlogsJul 15, 2026

Gumboro Disease in Chickens: Symptoms, Causes & Treatment

Gumboro Disease in Chickens: Symptoms, Causes & Treatment

Bagi peternak ayam, kesehatan ternak adalah hal yang sangat menentukan keberhasilan usaha. Namun, ada beberapa penyakit yang sering menjadi momok di kandang, salah satunya adalah penyakit ayam gumboro. 

Penyakit ini dikenal cepat menyebar dan dapat menyerang ayam dalam waktu singkat, terutama pada ayam yang masih muda. Jika tidak dikenali sejak awal, gumboro dapat menyebabkan penurunan kondisi ayam hingga kematian dalam jumlah yang sedikit. 

Apa Itu Penyakit Gumboro(Infectious Bursal Disease/IBD)?

Penyakit gumboro atau infectious bursal disease (IBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan paling sering menyerang ayam muda, terutama pada usia sekitar 3-6 minggu. 

Virus ini menyerang organ penting dalam sistem kekebalan ayam yang disebut bursa of Fabricius. Organ tersebut berperan besar dalam pembentukan sistem imun pada ayam, terutama saat masa pertumbuhan. 

Ketika virus gumboro menyerang dan merusak organ ini, kemampuan tubuh ayam untuk melawan penyakit akan menurun secara signifikan. Akibatnya, ayam menjadi lebih mudah sakit karena pertahanan tubuhnya melemah. 

Kondisi inilah yang membuat penyakit gumboro sering dianggap sebagai salah satu penyakit serius di peternakan. 

Mengapa Gumboro Sangat Berbahaya?

Penyakit ayam gumboro tidak hanya berbahaya karena dapat menyebabkan kematian, tetapi juga karena dampaknya terhadap sistem kekebalan tubuh ayam. Virus ini dapat memicu kondisi imunosupresi, yaitu penurunan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. 

Akibatnya, ayam yang sempat terinfeksi gumboro biasanya menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit lain di lingkungan kandang, seperti infeksi bakteri atau virus lainnya. 

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan ayam, menurunkan performa produksi, serta meningkatkan biaya perawatan yang harus ditanggung oleh peternak. 

Gejala Klinis Gumboro yang Paling Sering Muncul

Gejala penyakit ayam gumboro biasanya muncul secara mendadak dan dapat menyebar dengan cepat di dalam satu populasi ayam. Peternak perlu memperhatikan perubahan perilaku ayam karena gejala awal sering kali terlihat dari kondisi ayam yang tampak tidak sehat. 

Beberapa gejala klinis yang paling sering ditemukan antara lain ayam yang terlihat lesu dan kurang aktif, nafsu makan menurun, serta bulu yang tampak berdiri atau kusam. Ayam juga sering mengalami diare putih berair yang dapat menyebabkan dehidrasi. Saat dilakukan nekropsi juga  sering ditemukan adanya atrofi pada folikel dan inflamasi pada busa fabricius. 

Selain itu, ayam yang sakit sering terlihat mematuk area sekitar kloaka karena merasa tidak nyaman. Dalam kondisi yang lebih parah, angka kematian ayam dapat meningkat secara cepat dalam waktu singkat. 

Cara Penularan Virus Gumboro di Area Peternakan

Virus penyebab penyakit ayam gumboro dikenal sangat tahan terhadap kondisi lingkungan. Virus ini dapat bertahan dalam waktu lama di kandang, terutama pada litter atau kotoran ayam yang terinfeksi. Hal ini membuat penyebaran penyakit dapat terjadi dengan sangat cepat jika biosekuriti dijalankan dengan baik. 

Penularan biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan ayam yang terinfeksi atau melalui lingkungan kandang yang telah terkontaminasi virus. Peralatan kandang, tempat pakan, tempat minum, pakaian pekerja, hingga kendaraan yang keluar masuk area peternakan juga dapat menjadi media penyebaran virus. 

Oleh karena itu, pengendalian lalu lintas orang dan peralatan di dalam peternakan menjadi sangat penting untuk mencegah wabah gumboro. 

Cara Mengatasi Penyakit Gumboro pada Ayam

Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat khusus yang dapat membunuh virus penyebab penyakit ayam gumboro. Penanganan yang dilakukan biasanya bersifat suportif, yaitu membantu meningkatkan daya tahan tubuh ayam dan mengurangi dampak penyakit. Berikut tipsnya:

1. Pisahkan Ayam Sakit dari yang Sehat

Langkah pertama yang harus dilakukan ketika menemukan ayam yang menunjukkan gejala gumboro adalah memisahkan ayam sakit dari ayam sehat. Tindakan ini penting untuk mengurangi risiko penyebaran virus ke ayam lain dalam kandang. Selain itu, ayam yang sakit juga dapat dipantau kondisinya secara lebih intensif sehingga penanganan dapat dilakukan dengan lebih efektif. 

2. Lakukan Desinfeksi Kandang

Membersihkan dan desinfeksi kandang merupakan langkah penting dalam mengendalikan penyebaran virus gumboro. Proses ini harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lantai kandang, dinding, peralatan pakan, hingga tempat minum ayam. 

Penggunaan desinfektan yang tepat dapat membantu menurunkan jumlah virus di lingkungan kandang, sehingga risiko penularan dapat ditekan.

3. Berikan Multivitamin & Obat sesuai Gejalanya

Mengingat bahwa virus gumboro menyerang sistem kekebalan tubuh, maka pemberian multivitamin, elektrolit, dan obat sesuai gejala dapat membantu meningkatkan kondisi ayam yang sedang sakit. Pemberian terapi suportif ini bertujuan untuk menjaga stamina ayam agar tetap kuat selama proses infeksi berlangsung. 

Dalam praktik peternakan, sebagian peternak juga memberikan air gula dengan konsentrasi sekitar 2-5% pada air minum ayam. Larutan ini dapat membantu memberikan energi tambahan sekaligus mengurangi risiko dehidrasi akibat diare yang sering terjadi pada ayam yang terinfeksi gumboro. 

Langkah Pencegahan Penyakit Gumboro

Mencegah penyakit ayam gumboro tentu lebih efektif dibandingkan mengobatinya. Oleh karena itu, peternak perlu menerapkan berbagai langkah pencegahan secara konsisten, dengan cara:

1. Jalankan Biosekuriti secara Ketat

Biosekuriti merupakan sistem perlindungan peternakan dari masuknya penyakit. Penerapan biosekuriti dapat dilakukan dengan cara membatasi akses orang yang masuk ke kandang, menyediakan tempat cuci kaki dengan desinfektan, menggunakan pakaian khusus kandang, serta membersihkan kendaraan sebelum memasuki area peternakan. Langkah-langkah ini sangat penting untuk mencegah virus gumboro masuk ke dalam peternakan. 

2. Lakukan Vaksinasi dengan Tepat

Vaksinasi merupakan metode pencegahan yang paling efektif terhadap penyakit ayam gumboro. Namun, vaksinasi tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Jadwal vaksin harus disesuaikan dengan tingkat antibodi maternal yang diturunkan dari induk ayam. Jika vaksin diberikan terlalu cepat, antibodi dari induk dapat menetralkan vaksin, sehingga vaksin tidak bekerja dengan optimal. 

Beberapa vaksin gumboro yang umum digunakan antara lain vaksin live attenuated (vaksin hidup yang dilemahkan), vaksin intermediate, vaksin intermediate plus atau hot vaccine, serta immuno complex vaccine. Pemilihan jenis vaksin biasanya disesuaikan dengan kondisi peternakan serta tingkat risiko penyakit di wilayah tersebut. 

3. Lakukan Pengosongan Kandang & Manajemen Pemeliharaan

Pengosongan kandang setelah masa panen ayam atau yang sering disebut downtime merupakan salah satu langkah penting untuk memutus siklus penyakit. Selama periode ini, kandang dibersihkan secara menyeluruh, didesinfeksi, dan dibiarkan kosong sebelum populasi ayam baru dimasukkan ke kandang. 

Selain itu, manajemen pemeliharaan yang baik seperti kepadatan kandang yang sesuai, ventilasi yang cukup, serta pemberian pakan berkualitas juga sangat berperan dalam menjaga kesehatan ayam dan mencegah munculnya penyakit. 

Memahami penyakit gumboro bukan hanya soal mengenali gejalanya, tetapi juga tentang bagaimana peternak bisa lebih sigap dalam menjaga kesehatan ternak. Dengan manajemen kandang yang baik, vaksinasi yang tepat, serta biosekuriti yang disiplin, risiko penyakit ini dapat ditekan sehingga usaha peternakan dapat berjalan lebih aman dan optimal. 

Baca juga artikel lainnya: Penyakit Ayam Tetelo: Gejala, Penyebab & Cara Mengatasinya

Referensi:

  • The Poultry Site. Infectious Bursal Disease (Gumboro). Diakses dari https://www.thepoultrysite.com/publications/diseases-of-poultry/193/infectious-bursal-disease-gumboro

  • IPB University. Penyakit gumboro. Diakses dari https://skhb.ipb.ac.id/penyakit-gumboro-menurut-pakar-imunologi-veteriner-skhb-ipb-university/

  • Poultry Indonesia. Strategi penanganan dan pencegahan penyakit gumboro. Diakses dari https://www.poultryindonesia.com/id/strategi-penanganan-dan-pencegahan-penyakit-gumboro/

Gumboro Disease in Chickens: Symptoms, Causes & Treatment
Gumboro Disease in Chickens: Symptoms, Causes & Treatment
Agroveta Logo
Address: Kalbe Business Innovation Center, 4th Floor, Jl. Pulogadung No. 23 Kav. II G5, Pulogadung Industrial Estate, East Jakarta 13930
Phone: (021) 5086 7668

© Copyright PT Agroveta Husada Dharma 2026. All Right Reserved.

Agroveta Preloader
Agroveta