BlogsJul 30, 2026

How Often your Cat Should be Groomed? A Complete Guide

How Often your Cat Should be Groomed? A Complete Guide

Banyak pemilik kucing masih bingung mengenai frekuensi grooming kucing, idealnya berapa kali? Padahal, grooming bukan hanya soal membuat bulu kucing terlihat rapi dan wangi, tetapi juga penting untuk menjaga kesehatan kulit, mencegah kutu, mengurangi hairball, hingga mendeteksi masalah kesehatan lebih dini. Frekuensi grooming pun tidak bisa disamakan untuk semua kucing karena tergantung jenis bulu, aktivitas, usia, hingga rasnya. 

Mengapa Grooming Penting untuk Kesehatan Kucing?

Kucing memang dikenal sebagai hewan yang rajin membersihkan tubuhnya sendiri. Bahkan, sebagian besar waktu aktifnya digunakan untuk menjilat dan merapikan bulu. Namun, self-grooming alami tetap tidak cukup untuk menjaga kesehatan bulu dan kulit secara optimal, terutama pada kucing berbulu panjang. 

Grooming membantu mengangkat bulu mati, mencegah kusut atau matting, mengurangi risiko jamur dan parasit, serta menjaga sirkulasi minyak alami pada kulit. Selain itu, grooming rutin juga membantu pemilik mengenali perubahan pada tubuh kucing, seperti luka, ketombe berlebihan, benjolan, kutu, atau iritasi kulit. 

Pemeriksaan kecil saat grooming sering kali menjadi langkah awal mendeteksi penyakit kulit maupun gangguan kesehatan lainnya. 

Baca artikel lainnya: Scabies pada Kucing: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Grooming Kucing Berapa Kali dalam Sebulan?

Frekuensi grooming ideal sangat dipengaruhi oleh jenis bulu dan ras kucing, semakin panjang dan tebal bulunya, semakin sering grooming perlu dilakukan. 

Kucing Berbulu Pendek (1-2x/Bulan)

Kucing berbulu pendek seperti Domestic Shorthair, British Shorthair, atau Russian Blue umumnya cukup dimandikan 1-2 kali dalam sebulan. Meski begitu, penyisiran ringan tetap disarankan minimal seminggu sekali untuk membantu mengangkat bulu rontok dan mengurangi hairball (gumpalan bulu yang tertelan). 

Anabul berbulu pendek biasanya lebih mudah merawat dirinya sendiri sehingga risiko bulu kusut lebih kecil. Namun jika ia aktif bermain di luar rumah atau mudah terkena debu, grooming bisa dilakukan lebih sering sesuai kebutuhan. 

Kucing Berbulu Panjang (1x/Minggu atau Lebih)

Kucing berbulu panjang seperti Himalayan atau Norwegian Forest Cat membutuhkan grooming lebih intensif. Idealnya, mandi dilakukan setiap 2-4 minggu sekali dan penyisiran dilakukan hampir setiap hari atau minimal 3-4 kali seminggu. Hal ini penting untuk mencegah bulu menggumpal dan kusut. 

Bulu panjang yang jarang dirawat dapat menyebabkan matting (gumpalan bulu kusut) yang menyakitkan bagi kucing. Bahkan, kusut parah bisa memicu iritasi kulit dan infeksi jika dibiarkan terlalu lama. 

Kucing Anggora, Persia, Main Coon (Jadwal Khusus)

Beberapa ras membutuhkan jadwal grooming yang lebih spesifik karena karakteristik bulunya yang sangat tebal dan mudah kusut. Berikut daftarnya:

  • Kucing Persia: Disisir setiap hari, mandi 2-4 minggu sekali, dan grooming satu bulan sekali. 

  • Kucing Anggora: Penyisiran setiap 3-4 kali per minggu, mandi satu bulan sekali, dan grooming 1-2 bulan sekali. 

  • Kucing Maine Coon: Penyisiran dilakukan 3 kali per minggu, mandi 3-4 minggu sekali, dan grooming sesuai kondisi bulu. 

  • Domestic Shorthair, penyisiran disarankan untuk 1 kali seminggu, mandi 1-2 kali per bulan, dan grooming opsional sesuai kondisi bulu.

Kucing Persia termasuk ras dengan kebutuhan grooming tertinggi karena bulunya sangat padat dan mudah kusut. Sementara Maine Coon memiliki undercoat tebal yang membutuhkan penyisiran rutin agar bulunya tidak menggumpal. 

Komponen Grooming Lengkap yang Perlu Dilakukan

Agar kesehatan kulit dan bulu kucing tetap terjaga, grooming tidak cukup hanya dengan mandi saja. Ada beberapa tahapan perawatan yang perlu dilakukan secara rutin, yaitu:

1. Mandi (Frekuensi dan Cara yang Benar)

Kucing sebenarnya tidak perlu dimandikan terlalu sering karena dapat membuat kulit menjadi kering. Umumnya, mandi cukup dilakukan setiap 4-6 minggu sekali kecuali jika kucing sangat kotor atau memiliki masalah kulit tertentu. Gunakan air hangat dan sampo khusus kucing agar kulit tetap aman. 

Hindari penggunaan sampo manusia atau produk anjing karena kandungannya bisa berbahaya untuk kulit kering.

2. Penyisiran dan Detangling Bulu

Menyisir bulu dapat membantu mengangkat bulu mati sekaligus mencegah hairball akibat bulu tertelan saat grooming alami. Untuk bulu panjang, gunakan sisir bergigi jarang agar tidak menarik bulu terlalu keras. 

Jika menemukan bulu kusut, jangan langsung memotong menggunakan gunting karena kulit kucing sangat tipis dan mudah terluka. 

3. Potong Kuku

Kuku kucing sebaiknya dipotong setiap 2-4 minggu sekali. Kuku yang terlalu panjang dapat melukai pemilik, tersangkut pada kain, bahkan tumbuh ke dalam bantalan kaki. Gunakan gunting kuku khusus kucing dan hindari memotong bagian quick (pembuluh darah dan saraf dalam kuku) yang berwarna merah muda. 

4. Bersihkan Telinga dan Mata

Bagian telinga dan mata juga perlu dibersihkan secara rutin untuk mencegah penumpukan kotoran. Gunakan kapas lembut atau cairan pembersih khusus hewan agar lebih aman. Kucing ras flat face seperti Persia biasanya lebih rentan mengalami belekan, sehingga area mata perlu dibersihkan setiap hari. 

5. Sikat Gigi Kucing

Kesehatan gigi sering terlupakan, padahal plak dan karang gigi dapat menyebabkan bau mulut hingga infeksi. Idealnya, gigi kucing disikat 2-3 kali seminggu menggunakan pasta gigi khusus kucing. 

Produk Perawatan yang Aman untuk Kucing

Pemilihan produk grooming juga tidak boleh sembarangan karena kulit kucing cenderung sensitif. Menggunakan sampo, suplemen, atau produk perawatan khusus kucing dapat membantu menjaga kesehatan bulu tanpa memicu iritasi. 

1. Sampo Anti-Parasit vs Sampo Biasa

Pemilihan produk perawatan saat grooming perlu disesuaikan dengan kebutuhan kucing. Untuk perawatan rutin, penggunaan sampo khusus kucing dapat membantu membersihkan kotoran, minyak berlebih, dan menjaga kondisi bulu tetap sehat. 

Namun, jika kucing mengalami masalah kutu atau parasit, perawatan tambahan diperlukan agar masalah tersebut dapat dikendalikan dengan lebih optimal. 

Selain menggunakan sampo yang sesuai, pemilik kucing juga dapat memberikan perlindungan rutin terhadap kutu menggunakan obat tetes kutu khusus kucing seperti Liberator dari Kalbe Animal Health

Penggunaan obat tetes kutu secara berkala membantu melindungi kucing dari gangguan kutu yang dapat menyebabkan rasa gatal, iritasi kulit, hingga kerontokan bulu. Pastikan penggunaan produk sesuai dengan aturan pakai dan kondisi kucing agar tetap aman. 

2. Suplemen Nutrisi untuk Kesehatan Bulu

Kesehatan bulu kucing tidak hanya dipengaruhi oleh asupan nutrisi harian. Kucing yang mendapatkan nutrisi lengkap akan memiliki kondisi kulit yang sehat, bulu lebih kuat. Dan tampak lebih berkilau. 

Untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anabul, pemilik dapat memberikan suplemen seperti Kalvicat dan Kalvigel. Kedua produk ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap untuk membantu mendukung kesehatan tubuh kucing, menjaga kualitas bulu, serta membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan nutrisi yang mungkin kurang dari makanan sehari-hari. 

Grooming Sendiri vs Salon Grooming

Grooming sendiri di rumah cocok untuk perawatan rutin seperti menyisir, membersihkan mata, atau potong kuku ringan. Selain lebih hemat, grooming mandiri juga membantu mempererat bonding dengan anabul.

Namun, untuk kucing berbulu sangat panjang atau yang memiliki matting parah, salon grooming lebih direkomendasikan karena ditangani profesional. Groomer biasanya memiliki alat khusus untuk membersihkan bulu kusut tanpa melukai kucing. 

Grooming yang tepat bukan hanya membuat anabul terlihat cantik, tetapi juga membantu menjaga kesehatan kulit, bulu, dan kenyamanan sehari-hari. Jika masih kesulitan untuk memandikan sendiri anabul karena sering mencakar, kabur, atau stres saat kena air, yuk pelajari langkah-langkah memandikan kucing dengan benar agar anabul tetap tenang, bersih, dan tidak trauma saat grooming di rumah. 

Referensi:

  • PetMD. How to bathe a cat. Diakses dari https://www.petmd.com/cat/general-health/how-to-bathe-a-cat

  • PetMD. Why cats overgroom and how you can stop it. Diakses dari https://www.petmd.com/cat/general-health/how-tell-if-your-cat-over-grooming

  •  PetMD. The healthy ways vets take care of their pets. Diakses dari https://www.petmd.com/dog/centers/nutrition/evr_multi_healthy-ways-vets-take-care-their-pets

  • PetMD. How to brush a cat. Diakses dari https://www.petmd.com/cat/grooming/how-brush-cat

  • PetMD. Matted fur and more: grooming your senior cat. Diakses dari https://www.petmd.com/cat/grooming/senior-cat-grooming-tips

  • North Road. How much time should your cat groom each day. Diakses dari https://www.northroadvet.com.au/blog/about-cat-grooming

How Often your Cat Should be Groomed? A Complete Guide
How Often your Cat Should be Groomed? A Complete Guide
Agroveta Logo
Address: Kalbe Business Innovation Center, 4th Floor, Jl. Pulogadung No. 23 Kav. II G5, Pulogadung Industrial Estate, East Jakarta 13930
Phone: (021) 5086 7668

© Copyright PT Agroveta Husada Dharma 2026. All Right Reserved.

Agroveta Preloader
Agroveta