Menjaga kualitas pakan jadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan beternak ayam. Ketika pakan disimpan dengan cara yang salah, maka bisa memicu tumbuhnya jamur, bakteri, atau hama. Kondisi ini tentu membuat pakan tidak layak dikonsumsi dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan pada ayam seperti penyakit Ayam Tetelo (Newcastle Disease) atau penyakit Snot.
Oleh karena itu, penting bagi peternak untuk memahami cara menyimpan pakan ayam agar tahan lama. Dengan teknik penyimpanan yang tepat, kandungan nutrisi tetap stabil dan bisa menghindari kerusakan akibat lingkungan lembap, hama, atau jamur.
1. Gunakan Alas (Palet)
Salah satu cara menyimpan pakan ayam agar tahan lama adalah dengan menggunakan alas atau palet. Banyak peternak yang masih meletakkan karung pakan langsung di lantai gudang. Padahal, lantai sering menjadi sumber kelembapan yang bisa merusak pakan.
Palet sendiri berfungsi untuk menjaga jarak antar karung pakan dan lantai, sehingga sirkulasi udara tetap baik dan mengurangi risiko pakan menyerap kelembapan. Selain itu, penggunaan alas juga dapat mencegah kontaminasi dari air, kotoran, atau serangga yang ada di lantai.
Beberapa material palet yang bisa digunakan adalah:
Palet kayu: Mudah didapat dan cukup kuat untuk menahan tumpukan karung pakan.
Palet plastik: Tahan air. Tidak mudah lapuk, dan lebih higienis.
Palet besi: Sangat kuat, namun harganya lebih mahal.
Idealnya, palet memiliki tinggi sekitar 10-15 cm dari lantai agar udara dapat mengalir dengan baik di bawah tumpukan pakan. Cara ini juga mempermudah proses pembersihan gudang penyimpanan.
2. Perhatikan Lokasi Gudang Penyimpanan
Lokasi gudang juga sangat berpengaruh terhadap kualitas pakan. Gudang sebaiknya berada di tempat yang jauh dari sumber air, genangan, atau area yang mudah lembap.
Lingkungan yang terlalu lembap dapat mempercepat pertumbuhan jamur pada pakan. Jamur ini bisa menghasilkan mikotoksin yang berbahaya bagi kesehatan ayam, bahkan bisa menyebabkan penurunan produksi hingga kematian pada unggas.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih lokasi gudang antara lain:
Punya sirkulasi udara yang baik
Tidak terlalu dekat dengan kandang untuk mengurangi kontaminasi kotoran
Terlindungi dari sinar matahari langsung dan hujan
Tidak rawan banjir
Lingkungan gudang yang baik akan membantu menjaga kondisi pakan tetap stabil dan aman digunakan dalam jangka waktu lebih lama.
3. Pastikan Tempat Penyimpanan Kering & Sejuk
Suhu dan kelembapan menjadi faktor penting dalam penyimpanan pakan. Tempat penyimpanan yang terlalu panas atau lembap dapat mempercepat kerusakan pakan serta memicu pertumbuhan mikroorganisme.
Idealnya, gudang penyimpanan memiliki suhu sekitar 20-25 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan rendah. Ventilasi udara yang baik sangat diperlukan untuk menjaga kondisi ini. Jika udara di dalam gudang terlalu lembap, pakan akan menggumpal, berbau apek, bahkan berjamur.
Untuk menjaga kondisi gudang tetap kering dan sejuk, berikut tipsnya:
Menggunakan ventilasi atau exhaust fan
Memastikan tidak ada kebocoran atap
Menghindari penyimpanan pakan di dekat sumber air
Menjaga sirkulasi udara tetap lancar
Lingkungan penyimpanan yang tepat akan membantu menjaga kualitas nutrisi pakan tetap stabil dan tidak mudah rusak.
4. Terapkan Sistem FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expired First Out)
Sistem FIFO dan FEFO merupakan metode manajemen stok yang sangat penting dalam penyimpanan pakan. FIFO alias First In First Out menandakan bahwa pakan yang pertama kali masuk harus digunakan terlebih dahulu untuk mencegah pakan terlalu lama tersimpan di gudang.
Sementara itu, FEFO (First Expired First Out) artinya pakan dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat harus digunakan terlebih dahulu. Dengan menerapkan kedua sistem ini, peternak dapat mengurangi risiko pakan kedaluwarsa, menjaga kualitas pakan yang diberikan ke ayam, dan menghindari kerugian akibat pakan rusak.
Untuk mempermudah penerapan sistem FIFO dan FEFO, dianjurkan bagi setiap karing pakan diberi label tanggal pembelian atau tanggal kedaluwarsa.
5. Tutup Wadah dengan Rapat
Selain menyimpan pakan dalam karung asli, sebagian peternak juga memindahkan pakan ke dalam wadah penyimpanan khusus. Pastikan untuk wadah dalam kondisi bersih dan tertutup rapat untuk menghindari terjadinya kontaminasi debu, kelembapan, serta serangan hama seperti kutu atau serangga yang bisa merusak bahan pakan, terutama biji-bijian.
Beberapa jenis wadah yang cocok untuk menyimpan pakan ayam yaitu drum plastik food grade, kontainer plastik dengan tutup rapat, atau tong logam yang kedap udara.
Untuk perlindungan tambahan, area penyimpanan dapat disemprot menggunakan Demand CS. Produk berbentuk Capsule Suspension (CS) ini bekerja secara residual, di mana kapsul akan pecah saat terkena serangga, sehingga membantu mengendalikan kutu atau serangga yang berpotensi menurunkan kualitas pakan.
Selain itu, pengendalian tikus juga perlu dilakukan, misalnya dengan menggunakan Talon 0,005 BB sesuai petunjuk penggunaan. Jangan lupa untuk selalu menutup wadah setelah digunakan dan hindari mencampur pakan baru dengan pakan lama agar kualitasnya tetap terjaga.
6. Atur Tumpukan dengan Rapi
Penataan karung pakan yang rapi juga merupakan bagian penting dari cara menyimpan pakan ayam agar tahan lama. Tumpukan yang terlalu tinggi atau tidak stabil dapat merusak karung pakan dan mengakibatkan pakan tumpah.
Idealnya, tinggi tumpukan karung tidak lebih dari 8-10 karung agar tekanan pada karung bagian bawah tidak terlalu besar. Selain itu, beri jarak antar tumpukan karung dengan dinding gudang sekitar 30-50 cm.
Jarak ini penting untuk memudahkan sirkulasi udara, mempermudah inspeksi kondisi pakan, serta mempermudah pemantauan dan pengendalian hama.
Dengan penataan yang rapi dan pengendalian hama yang tepat, kualitas pakan dapat tetap terjaga hingga waktu digunakan.
7. Lakukan Pembersihan Rutin
Gudang penyimpanan pakan harus dibersihkan secara rutin agar tetap higienis. Pasalnya, lingkungan yang kotor dapat menjadi tempat berkembangnya hama, bakteri, dan jamur.
Pembersihan gudang dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini:
Menyapu lantai secara rutin
Membersihkan sisa pakan yang tercecer agar tidak mengundang hama
Melakukan pengendalian tikus di sekitar area gudang, misalnya menggunakan Talon 0,005 BB sesuai petunjuk penggunaan
Melakukan pengendalian serangga secara berkala di area penyimpanan dengan melakukan penyemprotan insektisida. Penyemprotan dapat dilakukan di sekitar area penyimpanan atau pada bagian luar karung yang berisi bahan pakan berbentuk biji-bijian, seperti jagung, yang rentan diserang kutu atau serangga
Melakukan desinfeksi gudang secara berkala menggunakan Mefisto, yaitu desinfektan spektrum luas yang membantu mengendalikan bakteri, virus, sekaligus serangga sehingga kebersihan area penyimpanan tetap terjaga.
Selain itu, lakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi karung pakan. Jika terdapat pakan yang berjamur atau berbau tidak normal, sebaiknya segera dipisahkan agar tidak mencemari pakan lainnya.
8. Perhatikan Batas Masa Simpan
Setiap jenis pakan memiliki batas simpan tertentu. Umumnya, pakan ayam dapat bertahan sekitar 1-3 bulan jika disimpan dalam kondisi yang baik. Apabila pakan disimpan terlalu lama, kualitas nutrisinya dapat menurun. Kandungan vitamin dan lemak dalam pakan juga dapat mengalami oksidasi, sehingga kualitasnya dapat berkurang.
Beberapa tanda pakan sudah tidak layak digunakan antara lain:
Bau tengik atau apek
Berubah warna
Menggumpal
Berjamur
Jika menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya pakan tidak diberikan kepada ayam karena bisa mengganggu kesehatan dan produktivitas ternak.
Nah, itu dia cara menyimpan pakan ayam agar tahan lama. Peternak perlu memahami hal-hal di atas untuk menjaga kualitas nutrisi dan mencegah kerusakan pakan. Yuk, baca artikel lainnya tentang nutrisi pakan ayam petelur agar produksi telur tetap maksimal dan berkualitas.
Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan juga tak kalah penting. Temukan panduan lengkapnya dalam artikel sanitasi kandang ayam untuk membantu Anda menciptakan sistem peternakan yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Referensi:
Food and Agriculture Organization of the United Nations. A world without safe food is an unsafe world. Diakses dari https://www.fao.org/food-safety
Bivatec. Chicken Feed Storage: Best Practices for Farmers. Diakses dari https://www.bivatec.com/blog/best-practices-for-chicken-feed-storage
The Poultry Site. Feeding Chickens for best health and performance. Diakses dari https://www.thepoultrysite.com/articles/feeding-chickens-for-best-health-and-performance
Feed Lance. How can poultry feed be stored appropriately to maintain its quality?. Diakses dari https://feedlance.co.tz/how-can-poultry-feed-be-stored-appropriately-to-maintain-its-quality

