BlogsJun 23, 2026

Mastitis Treatment Guide in Cows and Prevention Tips

Mastitis Treatment Guide in Cows and Prevention Tips

Mastitis merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering terjadi pada sapi perah. Kondisi ini membuat ambing alias kelenjar susu meradang, kualitas susu berubah, dan hasil produksi susu menurun.

Hal tersebut tentunya tidak bisa dianggap sepele, karena bisa menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi peternak. Oleh karena itu, memahami pengobatan mastitis pada sapi secara tepat sangat penting agar infeksi bisa segera diatasi dan produktivitas ternak tetap terjaga. 

Yuk, cari tahu selengkapnya lewat ulasan di bawah ini. 

Apa Itu Mastitis dan Mengapa Sangat Merugikan Peternak?

Mastitis adalah infeksi atau peradangan yang terjadi pada jaringan kelenjar susu (ambing) yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus, Streptococcus, hingga E. Coli. Pada sapi perah, kondisi ini menyebabkan perubahan pada tekstur ambing jadi bengkak dan kemerahan. 

Selain itu, mastitis juga memengaruhi kualitas susu dan jumlah produksi susu. Umumnya, susu sapi akan menggumpal, berubah warna, bahkan bercampur darah atau nanah.

Peradangan ini terjadi sebagai reaksi tubuh terhadap infeksi. Ketika bakteri menyerang bagian ambing, sel darah putih akan meningkat untuk melawan kuman, sehingga jumlah sel somatik dalam susu ikut meningkat. Hal ini dapat menyebabkan kualitas susu menurun dan tidak bisa dijual.

Gejala Umum

Pada dasarnya, gejala dari penyakit mastitis dapat terlihat cukup jelas pada sapi, berikut tandanya:

  • Ambing (kelenjar susu) bengkak dan terasa panas

  • Sapi kesakitan saat diperah

  • Produksi susu menurun

  • Susu menggumpal atau berubah warna

Pada beberapa kasus, sapi juga tampak lemas dan mengalami penurunan nafsu makan. Reaksi ini merupakan bagian dari respon inflamasi (peradangan) tubuh terhadap infeksi. 

Perbedaan Mastitis Klinis dan Subklinis pada Sapi Perah

Mastitis klinis menunjukkan gejala yang tampak jelas pada ambing dan susu. Kondisi ini tentunya lebih mudah dideteksi karena perubahannya cukup terlihat secara fisik.

Sebaliknya, mastitis sub-klinis tidak menunjukkan tanda yang jelas. Ambing tampak normal, namun produksi susu menurun dan jumlah sel somatik meningkat. Kondisi ini hanya bisa diketahui lewat pemeriksaan khusus, seperti California Mastitis Test (CMT). Jenis mastitis yang satu ini sering kali lebih merugikan karena terlambat dideteksi.

Langkah-Langkah Pengobatan Mastitis Secara Medis

Pengobatan mastitis pada sapi perlu dilakukan segera setelah gejala muncul. Penanganan yang cepat dapat mencegah infeksi menyebar dan mempercepat pemulihan jaringan ambing. Ini dia cara mengobati mastitis pada sapi:

Pemberian Antibiotik Intra-mamari

Antibiotik merupakan terapi utama dalam pengobatan mastitis pada sapi. Obat ini dapat diberikan langsung ke saluran ambing (intra-mamari) atau melalui suntikan sistemik, tergantung dengan tingkat keparahan. 

Salah satu antibiotik yang sering digunakan adalah Marbocyl 10% (marbofloxacin). Obat ini diberikan melalui injeksi sesuai dosis yang ditentukan oleh dokter hewan. Fungsinya adalah membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. 

Serupa dengan pemberian antibiotik pada manusia, pada sapi pun antibiotik perlu dihabiskan seluruh dosisnya, meskipun gejalanya sudah membaik. Tujuannya untuk mencegah terjadinya infeksi kambuh dan resistensi obat. 

Terapi Suportif dengan Anti-inflamasi

Selain antibiotik, obat anti-inflamasi juga dapat diberikan untuk mengurangi gejala mastitis bengkak, nyeri, dan demam. Salah satu yang bisa digunakan adalah Tolvet inj (tolfenamic acid).

Obat ini bekerja dengan cara menekan zat pemicu radang di dalam tubuh, sehingga membantu sapi merasa lebih nyaman dan mempercepat proses penyembuhan. 

Selama masa pengobatan, susu dari sapi yang terinfeksi harus diperah dan dibuang. Sapi yang sakit sebaiknya dipisahkan (diisolasi) untuk mencegah terjadinya penularan. Pastikan untuk selalu konsultasi terlebih dahulu dengan dokter hewan sebelum melakukan pengobatan, ya!

Kapan Susu Boleh Dikonsumsi Kembali?

Setelah pemberian antibiotik, susu sapi tidak boleh langsung dikonsumsi. Ada masa tunggu yang disebut withdrawal period. Masa ini diperlukan agar residu benar-benar hilang dari tubuh sapi. 

Apabila susu dikonsumsi sebelum masa tunggu berakhir, residu antibiotik dapat membahayakan konsumen dan memicu resistensi bakteri. 

Lama withdrawal period akan bergantung dengan jenis obat yang digunakan. Informasi ini biasanya tercantum pada label produk. Pastikan peternak mencatat tanggal pengobatan dan memperhitungkan masa tunggu dengan tepat.

Tips Pencegahan Penyakit Mastitis pada Sapi

Pencegahan mastitis pada dasarnya lebih hemat biaya dibandingkan dengan pengobatan. Berikut upaya pencegahan yang bisa dilakukan:

Lakukan Sanitasi secara Menyeluruh

Lingkungan kandang yang kotor dan lembap akan memudahkan bakteri untuk berkembang. Untuk mencegahnya, berikut yang bisa Anda lakukan:

  • Bersihkan kandang setiap hari

  • Pastikan alas kandang kering

  • Cuci tangan sebelum memerah susu sapi

  • Bersihkan puting sebelum dan sesudah pemerahan

Menjaga kebersihan merupakan langkah penting untuk mencegah infeksi. Sebagai langkah preventif tambahan, penggunaan antiseptik seperti Prodin Gel dapat membantu menjaga kebersihan ambing dan mengurangi risiko infeksi.

Terapkan Manajemen Pemerahan Susu yang Baik

Penting bagi Anda memerhatikan teknik pemerahan untuk mencegah luka pada puting. Berikut yang perlu diperhatikan:

  • Pastikan mesin perah berfungsi dengan baik

  • Hindari tekanan berlebihan

  • Sapi yang sakit diperah terakhir

  • Lakukan pemeriksaan rutin pada bagian ambing

Pemeriksaan berkala dapat membantu mendeteksi mastitis subklinis lebih awal, sehingga pengobatan bisa segera dilakukan.

Dengan penanganan yang cepat dan tepat, mastitis pada sapi dapat dikendalikan tanpa menimbulkan kerugian besar. Kunci utamanya adalah disiplin dalam pengobatan, mematuhi masa tunggu susu, serta menjaga kebersihan kandang dan proses pemerahan. Dengan manajemen yang baik dan konsultasi rutin dengan dokter hewan, kesehatan sapi tetap terjaga dan produktivitas susu pun bisa kembali optimal. 

Referensi:

  • MSD Manual. Mastitis in Castle. Diakses dari https://www.msdvetmanual.com/reproductive-system/mastitis-in-large-animals/mastitis-in-cattle

  • IPB University. Mastitis Threatens Health and Milk Quality. Diakses dari https://www.ipb.ac.id/news/index/2025/07/mastitis-threatens-health-and-milk-quality-lecturer-at-faculty-of-animal-science-ipb-university-here-are-the-characteristics-and-treatment-tips/

  • Cargill. Mastitis in cows. Diakses dari https://www.cargill.co.in/en/mastitis-in-cows-causes,-symptoms,-prevention-and-treatment

  • Dairy NZ. Detecting Mastitis. Diakses dari https://www.dairynz.co.nz/animal/mastitis/detecting-mastitis/

  • AHDB. Mastitis Symptoms. Diakses dari https://ahdb.org.uk/symptoms-of-mastitis

Agroveta Logo
Address: Kalbe Business Innovation Center, 4th Floor, Jl. Pulogadung No. 23 Kav. II G5, Pulogadung Industrial Estate, East Jakarta 13930
Phone: (021) 5086 7668

© Copyright PT Agroveta Husada Dharma 2026. All Right Reserved.

Agroveta Preloader
Agroveta