BlogsJun 17, 2026

Snot (Coryza) in Chickens: Symtoms, Causes & Treatments

Snot (Coryza) in Chickens: Symtoms, Causes & Treatments

Bagi peternak ayam, melihat ayam mengeluarkan lendir dari hidung tentu menimbulkan rasa khawatir. Kondisi ini sering dikenal sebagai penyakit ayam snot. Sekilas memang tampak seperti ‘pilek’ biasa, namun infeksi ini sebenarnya tidak bisa dianggap sepele, terutama jika dialami oleh beberapa ayam dalam satu kandang. 

Jika tidak segera ditangani dengan tepat, penyakit ayam snot bisa menyebar dengan cepat, bahkan berdampak langsung pada produktivitas ternak. Pada ayam petelur, produksi telur bisa turun drastis hanya dalam hitungan hari, sehingga kerugian finansial pun sulit dihindari.

Oleh karena itu, penting untuk memahami penyakit ini lebih dalam, mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mencegahnya. Mari simak selengkapnya lewat artikel di bawah ini.

Apa Itu Penyakit Snot pada Ayam?

Penyakit snot pada ayam atau infectious coryza disebabkan oleh bakteri Avibacterium paragallinarum yang menyerang saluran pernapasan bagian atas. Infeksi ini menimbulkan peradangan pada sinus dan jaringan di sekitar wajah ayam, sehingga muncul pembengkakan serta lendir kental dari hidung yang sering kali berbau tidak sedap. 

Jika pada manusia infeksi bakteri saluran napas bisa memicu sinusitis, pada ayam infeksi bakteri ini menimbulkan gejala yang khas berupa wajah bengkak dan keluarnya lendir berbau. 

Penyakit ayam snot umumnya menyerang ayam usia remaja hingga dewasa, terutama yang dipelihara di kandang dengan ventilasi buruk dan sanitasi kurang terjaga. Penularannya juga tergolong cepat, dan pada kondisi yang berat dapat menyebabkan kematian.

Banyak peternak kesulitan membedakan snot dengan CRD (Chronic Respiratory Disease) atau penyakit ngorok. Padahal, snot biasanya ditandai pembengkakan wajah dan lendir kental berbau, sedangkan CRD lebih sering menimbulkan suara ngorok (mendengkur) kronis tanpa pembengkakan. 

Selain itu, snot cenderung muncul secara akut dan cepat menyebar, sementara CRD berkembang secara perlahan dan bersifat kronis. Meski sama-sama menyerang saluran pernapasan, namun keduanya memiliki ciri khas yang cukup berbeda.

Gejala Klinis Snot yang Umum Terlihat

Umumnya, gejala penyakit ayam snot cukup khas dan bisa dikenali secara langsung. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

  • Keluar lendir kental dari hidung

  • Terjadi pembengkakan di sekitar mata dan wajah

  • Mata berair

  • Nafsu makan menurun

  • Ayam tampak lesu dan diam

  • Produksi telur menurun (egg drop)

  • Terkadang suara napas terdengar berat

Pada kasus yang berat, pembengkakan di area wajah bisa membuat ayam sulit untuk membuka mata. Sama seperti infeksi saluran pernapasan pada manusia yang menyebabkan peradangan dan produksi lendir berlebih, kondisi serupa juga terjadi pada ayam. Perbedaannya, pada ayam dampaknya bisa langsung memengaruhi kondisi fisik dan produktivitasnya. 

Pada ayam petelur, dampak paling nyata adalah penurunan produksi telur sebesar 10% hingga 40%. Misalnya, dalam satu kandang berisi 1.000 ekor dengan produksi normal 800 butir per hari, jika terjadi penurunan 30%, maka peternak kehilangan sekitar 240 butir setiap hari. 

Faktor Penyebab & Penularan Snot

Pada dasarnya, penyakit ayam snot disebabkan oleh bakteri yang mudah berkembang di lingkungan kandang yang tidak higienis. Kondisi lembap, kotor, dan sirkulasi udara yang buruk jadi tempat yang ideal untuk bakteri tumbuh dan menyebar. Selain itu, lingkungan yang terkontaminasi juga mempercepat penularan antar ayam. Berikut sejumlah faktor penyebab dan cara penularannya:

1. Kontaminasi Pakan, Air, dan Kandang

Pakan dan air minum yang kotor bisa menjadi media penularan utama dari penyakit ayam snot. Tempat minum yang jarang dibersihkan, kandang yang penuh kotoran, dan ventilasi yang kurang memadai dapat meningkatkan risiko infeksi. Sanitasi kandang yang buruk dapat membuat bakteri lebih mudah berkembang dan menyerang ayam yang sehat. 

2. Penyebaran dari Ayam ke Ayam

Snot juga dapat menular melalui percikan lendir saat ayam bersin, mirip dengan penularan droplet pada infeksi saluran napas manusia. Oleh karena itu, ayam yang menunjukkan gejala sebaiknya segera dipisahkan agar tidak menularkan penyakit ke ayam lain dalam satu kandang. 

Cara Mengobati Snot yang Efektif

Penanganan penyakit ayam snot perlu dilakukan segera setelah muncul gejala. Dengan penanganan yang tepat, penyebaran penyakit bisa ditekan, sehingga kerugian akibat turunnya produksi telur dapat dihindari. Berikut cara mengobati penyakit ayam snot:

1. Menggunakan Antibiotik yang Tepat

Mengingat penyakit ayam snot disebabkan oleh bakteri, maka pengobatan utamanya adalah pemberian antibiotik yang sesuai dengan anjuran dokter hewan. Salah satu antibiotik yang bisa dikonsumsi adalah Vitacin dan Kalbrom.

Biasanya, antibiotik diberikan melalui air minum selama beberapa hari. Meski kondisi ayam snot sudah membaik, pengobatan tetap harus diselesaikan sesuai dosis agar infeksi benar-benar tuntas dan tidak menimbulkan resistensi.

2. Penggunaan Obat Alami

Sebagai pendukung, beberapa peternak juga memanfaatkan bahan alami seperti bawang putih atau jahe untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam. Ramuan herbal ini dapat mendukung proses pemulihan, meski tidak menggantikan peran antibiotik pada kasus infeksi bakteri. 

Langkah Pencegahan

Mencegah penyakit ayam snot tentu jauh lebih baik dan lebih hemat biaya jika dibandingkan dengan mengobatinya. Langkah pencegahan yang konsisten bukan hanya melindungi kesehatan ayam, tetapi juga menjaga kestabilan produksi dan keberlangsungan usaha peternakan. Berikut tips mencegah penyakit ayam yang satu ini: 

1. Menjaga Kebersihan Kandang

Lingkungan yang bersih dapat menurunkan risiko penyebaran bakteri. Peternak dianjurkan untuk membersihkan kandang setiap hari. Pastikan ventilasi berfungsi dengan baik, agar sirkulasi udara berjalan dengan baik. Selain itu, hindari juga kandang yang terlalu lembap. Usahakan untuk mencuci tempat pakan dan minum secara rutin, ya!

2. Lakukan Vaksinasi

Kabar baiknya, vaksin infectious coryza tersedia dan dapat diberikan sesuai jadwal yang dianjurkan. Melakukan vaksinasi secara rutin dapat membantu membentuk kekebalan tubuh ayam. Dengan begitu risiko penularan wabah bisa menurun. 

3. Berikan Vitamin dan Nutrisi yang Bermutu

Asupan nutrisi yang cukup, sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh ayam. Anda bisa memberikan vitamin dan mineral tambahan, terutama saat cuaca ekstrem atau masa stres produksi. Ayam yang sehat dan ternutrisi dengan baik akan lebih kuat menghadapi risiko infeksi. 

Pada akhirnya, penyakit ayam snot memang bisa muncul kapan pun, tetapi bukan berarti tidak bisa dicegah atau dikendalikan. Dengan perawatan rutin, kebersihan kandang yang terjaga, serta penanganan yang cepat saat gejala muncul, maka risiko kerugian bisa ditekan seminimal mungkin. 

Perlu diingat, ayam yang sehat bukan hanya membuat kandang lebih nyaman, tetapi juga memastikan usaha peternakan tetap berjalan lancar dan menguntungkan. 

Baca artikel lainnya: Penyakit Ayam Tetelo: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Referensi:

  • MSD Manual Veterinary Manual. Infectious coryza. Diakses dari https://www.msdvetmanual.com/poultry/infectious-coryza/infectious-coryza

  • Ceva. CEVAC® CORYZA ABC GEL. Diakses dari https://www.ceva.co.id/Produk/Daftar-Produk/Cevac-R-Coryza-ABC-Gel

  • Talking Hens. Infectious Coryza in Backyard Chickens: What Every Australian Flock Keeper Must Know. Diakses dari https://talkinghens.com.au/blogs/learning-centre/infectious-coryza-in-backyard-chickens-what-every-australian-flock-keeper-must-know

  • Balai Veteriner Subang. Penyakit Snot Juga Dapat Menyerang Ayam Broiler, Ketahui Penyebab dan Gejalanya. Diakses dari https://bvetsubang.ditjenpkh.pertanian.go.id/berita/penyakit-snot-juga-dapat-menyerang-ayam-broiler-ketahui-penyebab-dan-gejalanya

  • BRIN. Bakteri Penyebab Snot pada Ayam Resisten Antibiotik, BRIN Lakukan Uji Sensitivitas. Diakses dari https://brin.go.id/news/123820/bakteri-penyebab-snot-pada-ayam-resisten-antibiotik-brin-lakukan-uji-sensitivitas

  • CDC. Healthy Habits: Antibiotic Do's and Don'ts. Diakses dari https://www.cdc.gov/antibiotic-use/about/index.html

Agroveta Logo
Address: Kalbe Business Innovation Center, 4th Floor, Jl. Pulogadung No. 23 Kav. II G5, Pulogadung Industrial Estate, East Jakarta 13930
Phone: (021) 5086 7668

© Copyright PT Agroveta Husada Dharma 2026. All Right Reserved.

Agroveta Preloader
Agroveta