BlogsMay 6, 2026

Tetelo (ND) Disease in Chicken: Symptoms, Causes & Treatment

Tetelo (ND) Disease in Chicken: Symptoms, Causes & Treatment

Dalam dunia peternakan unggas, penyakit ayam tetelo merupakan salah satu ancaman terbesar yang paling ditakuti oleh peternak, baik skala rumahan maupun komersial. Penyakit ini dikenal juga dengan nama Penyakit Tetelo atau Newcastle Disease (ND). 

Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau WOAH (World Organisation for Animal Health) menyatakan bahwa Newcastle Disease merupakan salah satu penyakit unggas paling penting secara global karena tingkat penularannya yang sangat tinggi dan dampak ekonomi yang besar. 

WOAH menjelaskan bahwa virus Newcastle Disease dapat menyebabkan kematian hingga 100% pada populasi ayam yang tidak divaksin, terutama pada infeksi dengan strain velogenik. WOAH juga menegaskan bahwa wabah Newcastle Disease sering menyebabkan pembatasan perdagangan unggas, pemusnahan massal, serta kerugian ekonomi yang signifikan, sehingga penyakit ini dikategorikan sebagai penyakit hewan strategis yang wajib dilaporkan di banyak negara.

Penyakit ini adalah penyakit menular akut pada unggas yang disebabkan oleh Newcastle Disease Virus (NDV). Virus ini menyerang sistem pernapasan, pencernaan, dan saraf ayam, serta memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Wabah penyakit Newcastle Disease ini dapat menimbulkan kerugian finansial yang sangat besar dalam waktu singkat. 

Dalam kondisi lingkungan yang lembap dan bersuhu rendah, virus ini dapat bertahan cukup lama pada kotoran, air minum, serta peralatan kandang yang tidak terdesinfeksi dengan baik. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai penyakit ini mulai dari penyebab, gejala, cara penularan, pengobatan, hingga pencegahannya menjadi kunci utama untuk melindungi investasi ternak Anda.

Tipe-Tipe Penyakit Tetelo pada Ayam

Berdasarkan tingkat keganasan virusnya, penyakit ayam tetelo atau Newcastle Disease dibedakan menjadi beberapa tipe utama. Setiap tipe memiliki karakteristik gejala dan tingkat risiko yang berbeda bagi peternak. Berikut tipe-tipe penyakit tetelo pada ayam:

  • Tipe Lentogenik (Virulensi Rendah) Menyebabkan gejala ringan atau tanpa gejala. Umumnya hanya menimbulkan gangguan pernapasan ringan dan sering digunakan sebagai strain vaksin hidup untuk mencegah penyakit ayam tetelo.

  • Tipe Mesogenik (Virulensi Sedang) Menimbulkan gangguan pernapasan dan pencernaan yang lebih jelas, penurunan produksi telur, serta tingkat kematian sedang. Tipe ini sering menyerang ayam remaja hingga dewasa.

  • Tipe Velogenik (Virulensi Tinggi/Ganas) Merupakan tipe paling berbahaya dari penyakit ayam tetelo. Menyebabkan gangguan saraf, diare parah, kematian massal, dan kerugian ekonomi yang sangat besar dalam waktu singkat.

Gejala Ayam Terkena Tetelo yang Harus Diwaspadai

Gejala penyakit ayam tetelo atau Newcastle Disease dapat muncul secara cepat dan sering kali berkembang tanpa tanda awal yang jelas. Oleh karena itu, peternak perlu memahami ciri-ciri klinis sejak dini agar dapat segera melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian sebelum wabah menyebar ke seluruh kandang.

Secara umum, gejala penyakit ayam tetelo dibagi menjadi beberapa kelompok utama, salah satunya adalah gangguan pada sistem pernapasan dan pencernaan. Kedua sistem ini biasanya menjadi target awal virus sebelum menyebar ke organ lain, termasuk sistem saraf.

1. Gangguan Pernapasan dan Pencernaan

Gangguan pernapasan dan pencernaan merupakan gejala paling awal dan paling sering muncul pada ayam yang terinfeksi penyakit ayam tetelo. Virus Newcastle Disease awalnya menyerang saluran pernapasan, lalu menyebar ke sistem pencernaan. 

Ayam akan tampak sesak napas atau megap-megap, disertai suara ngorok, batuk, dan bersin, serta keluarnya lendir dari hidung dan mulut. Pada saat yang sama, gangguan pencernaan juga dapat terjadi, seperti diare berwarna hijau atau putih kehijauan, penurunan nafsu makan, dan melemahnya kondisi tubuh. 

Jika tidak segera ditangani, kombinasi gejala ini dapat mempercepat penurunan kondisi ayam dan meningkatkan risiko kematian akibat penyakit ayam tetelo.

2. Gejala Saraf yang Khas (Tortikolis)

Gejala saraf merupakan ciri khas yang sering muncul pada penyakit ayam tetelo, terutama pada infeksi dengan tingkat keganasan tinggi. Kondisi yang paling mudah dikenali adalah tortikolis, yaitu posisi leher ayam yang terpuntir ke belakang atau ke samping secara tidak normal. 

Selain itu, ayam dapat terlihat berjalan sempoyongan, kehilangan keseimbangan, mengalami kelumpuhan pada sayap atau kaki, hingga kejang-kejang. Pada beberapa kasus, ayam juga menunjukkan gerakan berputar tanpa arah dan kesulitan berdiri. 

Munculnya gejala saraf menandakan bahwa virus Newcastle Disease telah menyerang sistem saraf pusat, sehingga kondisi ayam biasanya cepat memburuk dan risiko kematian akibat penyakit ayam tetelo menjadi sangat tinggi.

3. Perubahan Fisik

Ayam yang terinfeksi biasanya terlihat lemas dengan bulu kusam dan berdiri, serta sayap yang terkulai. Pada beberapa kasus, jengger dan pial tampak kebiruan akibat gangguan peredaran darah. 

Pada ayam petelur, penyakit ayam tetelo sering menyebabkan penurunan produksi telur secara drastis, disertai telur bercangkang tipis, retak, atau bentuk yang tidak normal. Perubahan fisik ini menjadi tanda penting bagi peternak bahwa ayam sedang mengalami infeksi serius dan memerlukan penanganan segera.

Bagaimana Penyakit Tetelo Menular di Lingkungan Kandang?

Penyakit ayam tetelo atau Newcastle Disease dikenal sebagai salah satu penyakit unggas dengan tingkat penularan yang sangat tinggi. Dalam kondisi manajemen kandang yang kurang baik, virus penyebab penyakit ayam tetelo dapat menyebar dengan sangat cepat dan menginfeksi hampir seluruh populasi ayam dalam waktu singkat.

Penularan penyakit tetelo di lingkungan kandang dapat terjadi melalui beberapa jalur utama, yaitu transmisi udara, kotoran ayam, serta peralatan dan aktivitas manusia. Pemahaman terhadap jalur penularan ini menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dan pengendalian wabah.

Cara Mengobati Penyakit Tetelo

Pengobatan penyakit ayam tetelo atau Newcastle Disease, pada dasarnya bersifat suportif, karena hingga saat ini belum tersedia obat khusus yang mampu membunuh virus penyebab penyakit tersebut secara langsung. 

Oleh sebab itu, tujuan utama pengobatan penyakit ayam tetelo adalah untuk mengurangi keparahan gejala, mencegah penyebaran virus di dalam kandang, serta meningkatkan daya tahan tubuh ayam agar mampu bertahan dari infeksi. 

Cara awal yang perlu dilakukan peternak adalah segera mengisolasi ayam yang menunjukkan gejala klinis agar tidak menularkan virus ke ayam lain. Selain itu, pemberian vitamin, elektrolit, dan imunostimulan sangat dianjurkan untuk membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mengurangi stres akibat infeksi.

Langkah Pencegahan Penyakit Tetelo

Berbeda dengan cara pengobatan, langkah pencegahan penyakit ayam tetelo merupakan tindakan terencana dan sistematis yang dilakukan sebelum penyakit muncul dengan tujuan mencegah masuk dan menyebarnya virus Newcastle Disease di lingkungan kandang. 

Pencegahan menjadi strategi paling efektif karena biaya yang dikeluarkan jauh lebih rendah dibandingkan kerugian akibat wabah penyakit ayam tetelo. Langkah pencegahan dilakukan melalui penerapan vaksinasi yang terjadwal dan tepat, pemberian nutrisi yang seimbang untuk meningkatkan imunitas ayam, serta penerapan biosekuriti dan desinfeksi kandang secara ketat. 

Dengan menjalankan langkah pencegahan secara konsisten, risiko terjadinya wabah penyakit ayam tetelo dapat ditekan secara signifikan dan keberlanjutan usaha peternakan dapat terjaga. Berikut adalah beberapa langkah-langkah yang dapat Anda lakukan. 

1. Melakukan Vaksinasi yang Tepat

Vaksinasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penyakit ayam tetelo. Vaksin harus diberikan sesuai umur ayam, jenis vaksin, dan jadwal yang tepat agar kekebalan tubuh terbentuk secara optimal. Penyimpanan dan cara pemberian vaksin juga perlu diperhatikan agar efektivitasnya tidak menurun.

2. Pemberian Nutrisi yang Cukup

Nutrisi yang seimbang membantu meningkatkan daya tahan tubuh ayam terhadap penyakit ayam tetelo. Pakan berkualitas dan air minum bersih sangat penting untuk menjaga sistem imun tetap kuat dan mengurangi risiko infeksi.

3. Menjalankan Biosekuriti dan Desinfeksi Area Kandang

Biosekuriti bertujuan mencegah masuk dan menyebarnya virus penyakit ayam tetelo di kandang. Pembatasan akses, kebersihan peralatan, dan desinfeksi rutin kandang merupakan langkah penting untuk memutus rantai penularan.

Untuk mendukung pencegahan dan pengendalian penyakit ayam tetelo, pastikan Anda menggunakan produk unggas berkualitas dimulai dengan memilih produk vaksin yang terbaik

Sumber Referensi:

  • Charkhkar, S., Bashizade, M., Sotoudehnejad, M., Ghodrati, M., Bulbuli, F., & Akbarein, H. (2024). The evaluation and importance of Newcastle disease’s economic loss in commercial layer poultry. Journal of Poultry Sciences and Avian Diseases, 2(1), 1-4. https://doi.org/10.61838/kman.jpsad.2.1.1 

  • Maulina, S. R., Etriwati, E., & Ferasyi, T. R. (2024). Prevalensi Newcastle disease dan perkiraan kerugian ekonomi pada unggas yang dinekropsi di Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (Prevalence of Newcastle disease and economic loss in necropsied poultry in Pathology Laboratory of the Faculty of Veterinary Medicine, Syiah Kuala University). Acta Veterinaria Indonesiana, 12(2), 154–159. https://doi.org/10.29244/avi.12.2.154-159 

  • WOAH (OIE). Newcastle Disease – Technical Disease Card https://www.woah.org/en/disease/newcastle-disease/

Agroveta Logo
Address: Kalbe Business Innovation Center, 4th Floor, Jl. Pulogadung No. 23 Kav. II G5, Pulogadung Industrial Estate, East Jakarta 13930
Phone: (021) 5086 7668

© Copyright PT Agroveta Husada Dharma 2026. All Right Reserved.

Agroveta Preloader
Agroveta