BlogsSep 21, 2026

Scabies in Dogs: Symptoms, Causes, and Treatment

Scabies in Dogs: Symptoms, Causes, and Treatment

Scabies pada anjing merupakan salah satu masalah kulit yang cukup sering terjadi dan bisa membuat hewan peliharaan merasa sangat tidak nyaman. Kondisi ini disebabkan oleh infestasi tungau terutama berada pada lapisan terluar kulit. 

Betina membuat terowongan di lapisan tersebut dan meletakkan telur, sehingga memicu respon inflamasi dan hipersensitivitas yang menyebabkan gatal hebat. Jika tidak segera ditangani, scabies dapat berkembang jadi infeksi kulit yang lebih serius dan mengganggu kesehatan anjing secara keseluruhan. 

Selain menyebabkan gangguan pada anjing, beberapa jenis scabies juga memiliki risiko menular ke hewan lain, bahkan ke manusia. Oleh karena itu, Anda perlu mengenali tanda-tandanya sejak awal agar pengobatan dapat dilakukan dengan tepat. 

Perawatan yang cepat, kebersihan lingkungan, dan dukungan nutrisi yang baik dapat membantu proses pemulihan kulit dan menjaga daya tahan tubuh anjing. 

Apa Itu Scabies pada Anjing?

Scabies pada anjing atau sarcoptic mange merupakan penyakit kulit akibat infestasi tungau Sarcoptes scabie var canis. Tungau ini berukuran sangat kecil dan sulit dilihat dengan mata telanjang. Parasit tersebut dapat masuk ke lapisan kulit dan membuat saluran kecil untuk berkembang biak, sehingga tubuh anjing memberikan respon berupa rasa gatal dan peradangan. 

Berbeda dengan alergi kulit biasa, scabies umumnya menyebabkan rasa gatal yang sangat intens dan bisa membuat anjing terus menggaruk, menggigit, atau menjilat area tubuh tertentu. Bagian yang sering terdampak antara lain telinga, siku, perut, dada, dan area kaki. Tanpa penanganan yang sesuai, kondisi kulit bisa semakin memburuk dan meningkatkan risiko luka terbuka akibat garukan. 

Apa Saja Gejala Scabies pada Anjing?

Gejala scabies pada anjing umumnya diawali dengan rasa gatal yang berlebihan. Anjing yang terinfeksi biasanya terlihat sering menggaruk tubuh, menggosokkan badan ke benda di sekitarnya, atau menjadi lebih gelisah karena rasa tidak nyaman di kulit. Pada beberapa kasus, gatal dapat muncul lebih parah terutama pada malam hari. 

Selain rasa gatal, Anda juga dapat melihat perubahan fisik pada kulit dan rambut anjing. Beberapa tanda yang sering muncul yaitu kerontokan rambut, kulit kemerahan, munculnya kerak atau sisik, luka akibat garukan, serta kulit yang tampak menebal jika infeksi sudah berlangsung lama. Apabila terdapat tanda, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan oleh dokter hewan untuk memastikan penyebabnya. 

Baca juga: Berat Badan Anjing Sesuai Umur dan Tabel Ideal

Apa Penyebab Scabies pada Anjing?

Penyebab utama scabies pada anjing adalah tungau Sarcoptes scabiei yang pindah dan berkembang biak pada kulit. Penularan paling sering terjadi melalui kontak langsung dengan anjing lain yang sudah terinfeksi. Anjing yang sering berinteraksi dengan banyak hewan, seperti di tempat penitipan, shelter, atau lingkungan dengan populasi anjing tinggi memiliki risiko lebih besar terkena scabies. 

Penularan paling sering terjadi melalui kontak langsung dengan anjing yang terinfestasi. Penularan tidak langsung juga bisa terjadi melalui bedding, selimut, sikat, kandang, atau benda lain yang terkontaminasi, meskipun tungau tidak mampu bertahan tanpa inang selama anjing terinfestasi. Lama ketahanan tungau di lingkungan dipengaruhi oleh suhu dan kelembapan.

Apa Beda Scabies dan Demodex pada Anjing?

Scabies dan demodex pada anjing merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau, namun penyebab dan karakteristiknya berbeda. Scabies disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei yang menular dari satu hewan ke hewan lain. Kondisi ini biasanya menyebabkan rasa gatal yang sangat parah karena sistem imun tubuh bereaksi terhadap aktivitas tungau di kulit. 

Sementara demodex disebabkan oleh tungau Demodex canis yang sebenarnya dapat ditemukan secara alami di dalam kulit anjing dalam jumlah kecil. Demodicosis terjadi ketika populasi tungau berkembang berlebihan dan menimbulkan luka, yang berkaitan dengan adanya gangguan atau ketidaksesuaian respon imun serta berbagai faktor pendukung lainnya. 

Namun, demodex tidak dianggap sebagai penyakit yang menular antar anjing seperti Sarcoptic mange, akan tetapi bisa menyebabkan kerontokan rambut yang cukup luas dan membutuhkan penanganan yang berbeda daripada scabies. 

Anda juga bisa membandingkan Scabies pada kucing, termasuk gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Bagaimana Cara Mengobati Scabies pada Anjing?

Pengobatan scabies pada anjing perlu dilakukan secara menyeluruh karena tidak hanya bertujuan untuk membunuh tungau, melainkan juga membantu memperbaiki kondisi kulit dan mencegah infeksi berulang. Dokter hewan biasanya akan menentukan terapi berdasarkan tingkat keparahan, kondisi kesehatan anjing, dan hasil pemeriksaan kulit. Berikut langkah-langkahnya:

1. Pisahkan Anjing yang Terinfeksi

Jika anjing mengalami scabies, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memisahkannya dari hewan lain di rumah. Tujuannya untuk mengurangi risiko tungau berpindah ke anjing lain atau hewan peliharaan lainnya. 

Area istirahat anjing yang terinfeksi juga sebaiknya dipisahkan sementara. Gunakan perlengkapan seperti tempat tidur, selimut, dan alat makan khusus hingga proses pengobatan selesai. Langkah sederhana ini dapat membantu mengendalikan penyebaran tungau selama masa pemulihan. 

2. Berikan Obat Sesuai Resep Dokter Hewan

Dokter hewan dapat memberikan obat antiparasit untuk membasmi tungau penyebab scabies. Dokter hewan dapat memilih obat antiparasit yang efektif terhadap Sarcoptes berdasarkan usia, berat badan, kondisi kesehatan, status reproduksi, obat lain yang digunakan, serta ketersediaan dan izin penggunaan produk di wilayah setempat. Terapi dapat berupa obat topikal maupun sistemik.

Selain membuat tungau mati, dokter juga biasanya memberikan obat tambahan apabila terdapat infeksi bakteri akibat luka garukan atau peradangan kulit. Pemilik perlu mengikuti jadwal pemberian obat sampai selesai karena penghentian terapi terlalu cepat dapat membuat scabies kembali muncul. 

3. Mandikan dengan Sampo atau Larutan Anti-tungau

Memandikan anjing dengan sampo khusus anti-tungau dapat membantu membersihkan kulit dari kotoran, kerak, serta sebagian parasit yang menempel di permukaan kulit. Namun, penggunaan sampo saja biasanya tidak cukup untuk mengatasi scabies karena tungau dapat berada di lapisan kulit. Perawatan mandi perlu dikombinasikan dengan obat yang direkomendasikan dokter hewan agar hasilnya lebih optimal. 

Frekuensi mandi dan jenis produk yang digunakan juga perlu diperhatikan karena kulit anjing yang sedang mengalami scabies biasanya lebih sensitif. Penggunaan produk yang tidak sesuai dapat menyebabkan iritasi tambahan atau membuat kondisi kulit semakin kering. Sebaiknya, gunakan sampo atau larutan khusus yang memang diperuntukkan bagi anjing dengan gangguan kulit dan sesuai arahan dokter hewan. 

4. Bersihkan dan Desinfeksi Lingkungan Sekitar

Selain mengobati tubuh anjing, membersihkan lingkungan tempat tinggal juga menjadi bagian penting dalam mengatasi scabies. Tungau dapat berpindah melalui benda yang sering digunakan anjing, mulai dari alas tidur, kain, sisir, atau perlengkapan grooming. Membersihkan benda-benda tersebut secara rutin dapat membantu mengurangi risiko infeksi berulang. 

Cuci perlengkapan anjing menggunakan air panas atau deterjen yang sesuai, kemudian jemur hingga benar-benar kering. Area rumah yang sering digunakan anjing juga perlu dibersihkan secara berkala, terutama jika sebelumnya anjing mengalami infeksi kulit cukup berat. Lingkungan yang bersih membantu mempercepat proses pemulihan dan menjaga kesehatan kulit anjing. 

5. Dukung Kondisi Tubuh dengan Nutrisi yang Seimbang

Selama mengalami penyakit kulit, anjing tetap membutuhkan makanan lengkap dan seimbang untuk mendukung pemeliharaan jaringan, fungsi tubuh dan proses pemulihan. 

Pastikan kebutuhan energi dan protein terpenuhi sesuai kondisi tubuh anjing. Suplemen tambahan sebaiknya diberikan berdasarkan kebutuhan dan rekomendasi dokter hewan, terutama jika terdapat penyakit lain atau kondisi tubuh yang menurun.

Baca juga: Ciri Anjing Rabies: Tanda, Tahapan & Pencegahannya

Berapa Lama Scabies Anjing Bisa Sembuh?

Lama penyembuhan scabies pada anjing dapat berbeda-beda tergantung tingkat keparahan infeksi, kondisi imun tubuh, serta konsistensi pengobatan. Gatal biasanya mulai membaik setelah terapi efektif, tetapi pemulihan kulit dan pertumbuhan rambut membutuhkan waktu lebih lama. 

Sebagian anjing dapat menunjukkan perbaikan dalam sekitar 2 minggu, sedangkan pemulihan klinis secara menyeluruh dapat memerlukan sekitar 6-8 minggu atau lebih, terutama pada kasus berat atau yang disertai infeksi sekunder.

Meskipun rasa gatal mulai berkurang, pengobatan tetap perlu dilanjutkan sesuai instruksi dokter hewan. Tungau bisa masih tersisa jika terapi dihentikan terlalu cepat sehingga risiko scabies kambuh jadi lebih besar. Pemeriksaan ulang juga mungkin diperlukan untuk memastikan infeksi benar-benar sudah terkendali. 

Apakah Scabies pada Anjing dapat Menular ke Manusia?

Tungau penyebab sarcoptic mange pada anjing dapat berpindah ke manusia dan menyebabkan dermatitis sementara berupa gatal dan ruam. Namun, tungau varian anjing umumnya tidak dapat mempertahankan siklus hidupnya dengan baik pada manusia sehingga infestasi pada manusia biasanya bersifat sementara.

Jika anjing di rumah mengalami scabies, pemilik sebaiknya tetap menjaga kebersihan diri setelah menyentuh atau merawatnya. Cuci tangan secara rutin, hindari kontak langsung dengan luka kulit anjing, dan segera konsultasi ke dokter hewan untuk menangani sumber infeksi. Setelah anjing berhasil diobati keluhan kulit pada manusia umumnya akan berangsur membaik. 

Tak hanya menyebabkan rasa gatal yang mengganggu, scabies pada anjing juga bisa mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan kulit anjing secara menyeluruh. Mengenali gejalanya sejak awal dapat membantu Anda mengambil langkah penanganan lebih cepat. 

Referensi:

Scabies in Dogs: Symptoms, Causes, and Treatment
Scabies in Dogs: Symptoms, Causes, and Treatment
Agroveta Logo
Address: Kalbe Business Innovation Center, 4th Floor, Jl. Pulogadung No. 23 Kav. II G5, Pulogadung Industrial Estate, East Jakarta 13930
Phone: (021) 5086 7668

© Copyright PT Agroveta Husada Dharma 2026. All Right Reserved.

Agroveta Preloader
Agroveta