Untuk peternak, salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan ayam adalah dengan memilih vaksin ayam bangkok paling bagus. Selain mencegah penyakit berbahaya, melakukan vaksinasi yang tepat juga dapat membantu ayam kuat, tetap aktif, dan performanya optimal.
Mengingat ayam bangkok rentan terkena infeksi, kualitas ayam akan menurun jika tidak mendapatkan vaksin yang sesuai. Untuk itu, Anda perlu mengetahui jenis-jenis vaksin ayam dan jadwalnya.
Jenis Vaksin Ayam Bangkok Paling Bagus beserta Fungsinya
Ini dia jenis vaksin yang bisa diberikan pada ayam:
1. Vaksin Tetelo (ND) & IB
Vaksin Newcastle Disease (ND) atau tetelo adalah salah satu vaksin ayam bangkok paling bagus yang wajib diberikan sejak dini. Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebabkan kematian massal pada ayam.
Jenis vaksin ND biasanya dikombinasikan dengan Infectious Bronchitis (IB) yang menyerang saluran pernapasan ayam. Dengan vaksin ini, ayam akan memiliki perlindungan terhadap gangguan pernapasan dan sistem saraf.
2. Vaksin Flu Burung (AI)
Flu burung pada ayam termasuk penyakit yang berbahaya karena bisa menular ke manusia. Tak heran, vaksin Avian Influenza (AI) alias flu burung jadi vaksin penting yang harus diberikan pada ayam, terutama pada daerah yang tinggi risiko.
Pemberian vaksin AI dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan ayam sehingga mampu melawan virus yang mematikan.
3. Vaksin Cacar Ayam (Fowl Pox)
Vaksin fowl pox berfungsi untuk melindungi ayam dari penyakit cacar yang ditandai dengan luka pada kulit dan bagian tubuh tertentu. Penyakit ini memang tidak selalu mematikan, tetapi bisa menurunkan performa ayam secara signifikan. Jenis vaksin ini biasanya diberikan saat ayam berusia beberapa minggu.
4. Vaksin Marek
Penyakit marek disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan pada ayam. Vaksin Marek biasanya diberikan sejak ayam baru menetas atau DOC (Day Old Chick). Ini termasuk vaksin ayam bangkok yang paling bagus karena memberikan perlindungan jangka panjang terhadap penyakit yang sulit diobati.
Jadwal Vaksinasi Ayam Bangkok dari DOC hingga Dewasa
Jadwal vaksinasi yang tepat sangat menentukan efektivitas perlindungan terhadap penyakit. Berikut jadwal yang bisa diikuti:
Usia 1 hari (DOC): Vaksin Merek
Usia 4-7 hari: Vaksin ND (tetes mata atau hidung)
Usia 2-3 minggu: Vaksin Gumboro (opsional, tergantung kondisi lingkungan)
Usia 3-4 minggu: Vaksin Cacar Ayam
Usia 6-8 minggu: Vaksin AI (flu burung)
Usia 2-3 bulan: Booster ND dan AI
Setelah dewasa: Vaksin ulang setiap 3-6 bulan
Jadwal vaksinasi ini dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, risiko penyakit, serta saran dari dokter hewan.
Pemeliharaan daya tahan tubuh ayam juga menjadi bagian penting dalam program pencegahan penyakit. Pemberian suplemen tambahan seperti Kalimun setelah vaksinasi dapat membantu menjaga imunitas dan daya tahan tubuh ayam.
Kombinasi vaksinasi dan pemberian Kalimun dapat menjadi strategi pendukung untuk membantu mempertahankan kondisi ayam setelah vaksin diberikan.
Berdasarkan hasil uji lapangan di Lampung, penambahan E Selenium menunjukkan kemampuan mempertahankan antibodi ayam terhadap Newcastle Disease (ND) dan Avian Influenza (AI) dalam periode yang lebih lama dibandingkan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan nutrisi tambahan setelah vaksinasi dapat membantu mengoptimalkan respons kekebalan tubuh ayam.
Baca juga: 3 Metode Menghitung Dosis Vaksin Ayam yang Tepat
Hal Penting Lainnya yang Perlu Diperhatikan saat Vaksinasi Ayam Bangkok
Selain memilih vaksin ayam bangkok paling bagus, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar hasil vaksinasi maksimal.
Pertama, pastikan kondisi ayam sehat sebelum divaksin. Ayam yang sedang sakit justru bisa mengalami penurunan kondisi setelah vaksinasi.
Kedua, perhatikan cara penyimpanan vaksin, karena vaksin yang rusak tidak akan efektif.
Ketiga, gunakan teknik pemberian vaksin yang benar, seperti melalui tetes mata, suntikan, atau air minum sesuai jenis vaksin. Kesalahan teknik bisa membuat vaksin tidak bekerja optimal.
Pastikan jaga kandang berada dalam kondisi yang bersih. Meskipun ayam mendapatkan vaksinasi, namun jika lingkungannya kotor maka bisa menimbulkan risiko infeksi.
Setelah pemberian vaksin ND/IB, beberapa ayam dapat mengalami reaksi pascavaksinasi ringan, seperti munculnya lendir di saluran pernapasan. Ini merupakan bagian dari respons tubuh terhadap vaksin, namun tetap perlu diperhatikan karena lendir yang berlebih dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi sekunder akibat bakteri.
Untuk membantu mencegah komplikasi, pemberian Kalbrom atau antibiotik sesuai indikasi dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi ayam dan arahan dari tenaga kesehatan hewan.
Selain itu, dukungan nutrisi setelah vaksinasi juga penting untuk membantu menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh ayam. Pemberian suplemen seperti Kalimun dan Kalvimix HC dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi pendukung imunitas sehingga ayam tetap aktif, memiliki kondisi tubuh yang baik dan mampu melewati masa setelah vaksinasi dengan optimal.
Tips Kombinasi Vaksin dengan Suplemen
Efek samping pemberian vaksin biasanya membuat ayam jadi lemas. Untuk membuatnya tetap lincah setelah vaksinasi, coba kombinasikan vaksin dengan memberikan nutrisi tambahan. Berikut beberapa opsinya:
Multivitamin: Pemberian multivitamin seperti Kalvimix HC dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan nutrisi pendukung setelah vaksinasi. Kandungan nutrisi di dalamnya berperan dalam membantu menjaga kondisi tubuh, mendukung metabolisme, serta membantu ayam tetap aktif selama masa pemulihan setelah vaksin.
Elektrolit: Setelah vaksinasi, ayam dapat mengalami stres yang berpengaruh terhadap konsumsi pakan dan minum. Pemberian elektrolit seperti New Hydravit dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung pemulihan kondisi ayam agar tetap prima.
Probiotik: Pemberian probiotik seperti Natupro dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dengan mendukung keseimbangan mikroflora usus. Kondisi pencernaan yang baik dapat membantu penyerapan nutrisi lebih optimal sehingga mendukung daya tahan tubuh ayam.
Pemberian suplemen ini sebaiknya dilakukan sebelum dan sesudah vaksinasi untuk mengurangi efek samping seperti lemas atau nafsu makan menurun. Dengan kombinasi ini, ayam tetap aktif dan tidak kehilangan performa.
Sekali lagi, memilih vaksin ayam bangkok paling bagus tidak cukup hanya melihat jenisnya, tetapi juga harus memperhatikan jadwal dan cara pemberiannya. Kombinasi vaksin yang tepat dapat didukung dengan nutrisi tambahan untuk membuat ayam tetap sehat, kuat, dan lincah.
Yuk, kenali penyakit ayam Gumboro dan ayam snot sekaligus pahami pentingnya penerapan biosecurity melalui desinfeksi kandang dengan Hig Plus atau Hig, pengelolaan air minum menggunakan Hig Pro, serta dukungan desinfektan premium seperti TH4 dan Biovx untuk membantu menekan risiko penyakit di peternakan.
Referensi:
USDA. Thailand Halts the Idea to Introduce Avian Influenza Vaccination. Diakses dari https://apps.fas.usda.gov/newgainapi/api/Report/DownloadReportByFileName?fileName=Thailand+Halts+the+Idea+to+Introduce+Avian+Influenza+Vaccination_Bangkok_Thailand_10-21-2004.pdf
Engormix. Vaccines and vaccinations against gumboro disease. Diakses dari https://en.engormix.com/poultry-industry/gumboro/vaccines-vaccinations-against-gumboro_a34914/
The Poultry Site. Vaccination Poultry as a Means of Salmonella Control. Diakses dari https://www.thepoultrysite.com/articles/vaccinating-poultry-as-a-means-of-salmonella-control
MSD Manual. Infectious Bursal Disease in Poultry. Diakses dari https://www.msdvetmanual.com/poultry/infectious-bursal-disease/infectious-bursal-disease-in-poultry

