BlogsJul 15, 2026

Cat Vaccinations: Schedules & What Vaccines Do Cats Need

Cat Vaccinations: Schedules & What Vaccines Do Cats Need

Pentingnya vaksinasi sering kali baru disadari ketika anabul sakit. Dengan mengetahui vaksin kucing apa saja yang wajib diberikan, ini menjadi langkah terbaik untuk menjaga kucing agar tetap sehat. Pastikan Anda juga melakukan vaksinasi kucing yang terjadwal agar sistem imun kucing bisa bekerja optimal dan melawan berbagai penyakit. 

Jenis-Jenis Vaksin Kucing yang Wajib Diberikan

Sebenarnya, ada berbagai jenis vaksin kucing yang penting untuk diberikan kepada hewan. Vaksin-vaksin ini berfungsi untuk melindungi kucing dari penyakit menular yang cukup sering menular, terutama pada anak kucing yang sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang. 

Dengan vaksinasi yang tepat, tubuh kucing dapat membentuk antibodi sehingga lebih siap melawan virus atau bakteri penyebab penyakit. Itulah sebabnya vaksin dasar jadi bagian penting dari perawatan kesehatan kucing sejak dini. Berikut daftar vaksin yang umum direkomendasikan untuk kucing:

Jenis Vaksin Tricat (F3)

Ini merupakan vaksin dasar yang harus diberikan pada kucing. Jenis vaksin ini melindungi kucing dari penyakit panleukopenia, calicivirus, dan rhinotracheitis. Ketiga penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti demam, gangguan pernapasan, sariawan, mata berair, atau penurunan kondisi tubuh. . 

Umumnya, vaksin tricat akan diberikan saat kucing masih berusia 2 bulan di mana sistem imunnya telah siap membentuk perlindungan terhadap berbagai penyakit. Tak hanya membantu mencegah penyakit, vaksin ini juga berperan dalam menurunkan risiko penularan penyakit antar kucing. 

Jenis Vaksin Tetracat

Vaksin tetracat punya peran yang hampir sama dengan tricat. Namun, jenis vaksin ini mengandung perlindungan tambahan terhadap infeksi bakteri tertentu yang bisa menyerang saluran pernapasan kucing dan menyebabkan munculnya gejala mata berair, bersin terus-menerus, hingga radang di saluran pernapasan. 

Dengan perlindungan yang lebih luas, vaksin ini sangat membantu, terutama pada kucing yang aktif dan sering berinteraksi dengan kucing lain di luar rumah yang memiliki risiko penularan penyakit lebih tinggi. 

Jenis Vaksin Rabies

Pada dasarnya, rabies merupakan penyakit berbahaya yang bisa menyerang sistem saraf hewan dan punya potensi menular ke manusia. Oleh sebab itu, vaksin ini wajib diberikan pada hewan, termasuk kucing peliharaan khususnya di daerah edemis atau berisiko rabies.

Vaksin rabies diberikan saat kucing berusia tiga hingga empat bulan. Nantinya, dokter hewan akan merekomendasikan pemberian jadwal booster rabies mengikuti jenis vaksin, label produk, dan aturan daerah.  

Vaksin Tambahan (Opsional)

Vaksin tambahan juga bisa diberikan secara opsional sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kucing. Pemberian vaksin akan disesuaikan berdasarkan gaya hidup dan risiko penyakit di lingkungan kucing. 

Akan tetapi, setiap kucing punya kondisi kesehatan yang berbeda-beda, sehingga Anda harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter hewan sebelum memberikan vaksin tambahan. 

Jenis Vaksin Tambahan (Opsional)

Selain ketiga vaksin di atas, Anda juga bisa memberikan vaksin tambahan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kucing. Jenis vaksin yang digunakan akan disesuaikan oleh dokter berdasarkan gaya hidup dan risiko penyakit di lingkungan kucing. 

Jika kucing sering berinteraksi dengan kucing lain yang berada di luar rumah mungkin membutuhkan perlindungan tambahan terhadap penyakit tertentu yang lebih mudah menular. 

Mengingat bahwa setiap kucing memiliki kondisi yang berbeda, penting bagi pemilik untuk konsultasi dengan dokter hewan sebelum memutuskan memberikan vaksin tambahan. Dengan begitu, perlindungan yang diberikan bisa lebih sesuai dengan kebutuhan kesehatan kucing.

Jadwal Pemberian Vaksin Kucing

Vaksinasi pada kucing biasanya dimulai sejak usia sekitar 8 minggu atau dua bulan, saat, sistem kekebalan tubuh anak kucing mulai berkembang, sehingga tubuhnya sudah dapat merespon vaksin dengan baik. Vaksin pertama diberikan sebagai perlindungan dasar terhadap beberapa penyakit yang sering menyerang kucing. 

Setelah vaksin pertama diberikan, kucing memerlukan dosis lanjutan dalam interval tertentu. Tujuannya untuk memperkuat respons imun tubuh, sehingga perlindungan terhadap penyakit jadi lebih optimal. Tahapan vaksin ini berlangsung hingga kucing berusia sekitar 16-20 minggu. 

Ketika kucing menginjak usia 3-4 bulan, dokter akan menjadwalkan vaksin rabies. Namun, jadwal vaksinasi dapat berbeda pada setiap kucing tergantung kondisi kesehatan dan rekomendasi dari dokter hewan. 

Apakah Pemberian Vaksin Kucing Harus Diulang?

Daya tahan tubuh kucing akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kucing. Ini tentu membuat perlindungan tubuh terhadap penyakit jadi berkurang. Untuk menjaga daya tahan tubuh, pemberian vaksin booster perlu dilakukan secara berkala, sesuai jenis vaksin, risiko paparan, dan rekomendasi dari dokter hewan. . 

Hal tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan lingkungan kucing. Namun, pastikan untuk mengikuti jadwal vaksin secara rutin agar tubuhnya terlindungi dari penyakit menular. 

Syarat Sebelum Kucing Divaksinasi

Pastikan kucing berada dalam kondisi sehat sebelum mendapatkan vaksin. Jika sedang mengalami demam, diare, atau terlihat lemas, sebaiknya tunda pemberian vaksin agar tubuhnya bisa merespon vaksin secara optimal. 

Tak hanya itu, hindari pemberian vaksin saat kucing dalam kondisi stres. Pasalnya, ini dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga pembentukan antibodi setelah vaksin akan kurang optimal. 

Jangan lupa, kucing juga harus mendapatkan obat cacing sebelum jadwal vaksin. Soalnya, infeksi cacing dapat mengganggu respons imun tubuh yang mengakibatkan vaksin tidak bekerja secara maksimal. 

Dokter hewan mungkin akan menyarankan pemberian obat cacing seperti Anthel Cat dari Agroveta sebelum vaksinasi agar nantinya tubuh kucing siap untuk membentuk antibodi. 

Potensi Efek Samping Setelah Vaksin Kucing

Serupa dengan pemberian vaksin pada manusia, terdapat beberapa reaksi ringan yang dapat muncul setelah kucing mendapatkan vaksin. Kondisi ini terjadi saat kucing membentuk respons imun terhadap komponen vaksin.

Beberapa kucing mungkin akan merasakan gejala lemas, lebih banyak tidur, bahkan hingga mengalami penurunan nafsu makan. Tak hanya itu, mungkin muncul bengkak atau kulit yang sensitif di area bekas suntikan. Biasanya, reaksi ini hanya sementara dan akan membaik dalam kurun waktu satu hingga dua hari. 

Sebagian kucing mungkin juga mengalami reaksi alergi yang ditandai dengan gejala gatal-gatal, muntah, bengkak, hingga sulit bernapas. Segera periksa kucing ke dokter hewan jika muncul gejala tersebut. 

Mengetahui jenis vaksin kucing apa saja yang perlu diberikan merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan anabul sejak dini. Namun, merawat kucing tidak hanya soal vaksinasi, tetapi juga memahami berbagai kebutuhan kesehatannya.

Jika Anda ingin mempelajari lebih jauh tentang perawatan anabul, yuk baca artikel lain yang membahas cara menaikkan berat badan kucing yang ideal dan scabies pada kucing yang sering menjadi penyebab gatal serta kerontokan bulu. 

Referensi:

  • International Cat Care. Vaccinating your cat. Diakses dari https://icatcare.org/articles/vaccinating-your-cat

  • VCA Animal Hospital. Vaccines for Cat. Diakses dari https://vcahospitals.com/know-your-pet/vaccines-for-cats

  • PetMD. Cat Vaccinations: What Vaccines Do Cats Need?. Diakses dari https://www.petmd.com/cat/general-health/cat-vaccinations-what-vaccines-do-cats-need

  • Churchville Veterinary Hospital. Kitten Vaccination Schedule. Diakses dari https://www.churchville-vet.com/kitten-vaccination-schedule.html

Cat Vaccinations: Schedules & What Vaccines Do Cats Need
Cat Vaccinations: Schedules & What Vaccines Do Cats Need
Agroveta Logo
Address: Kalbe Business Innovation Center, 4th Floor, Jl. Pulogadung No. 23 Kav. II G5, Pulogadung Industrial Estate, East Jakarta 13930
Phone: (021) 5086 7668

© Copyright PT Agroveta Husada Dharma 2026. All Right Reserved.

Agroveta Preloader
Agroveta