Jurnal5 Okt 2026

Bahaya AGP pada Pakan Ternak dan Alasan Kenapa Dilarang

Bahaya AGP pada Pakan Ternak dan Alasan Kenapa Dilarang

Dalam dunia peternakan modern, menjaga pertumbuhan dan produktivitas ternak jadi salah satu tantangan utama bagi peternak. Salah satu cara yang dahulu banyak digunakan adalah menambahkan Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan untuk membantu meningkatkan efisiensi pakan dan mempercepat pertumbuhan. 

Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat bahaya AGP yang perlu diperhatikan karena penggunaan antibiotik secara terus-menerus bisa memicu timbulnya bakteri yang kebal terhadap antibiotik atau resistensi antimikroba. 

Saat ini, penggunaan AGP sebagai pemacu pertumbuhan sudah dilarang di Indonesia karena dinilai dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan ternak, keamanan produk pangan, hingga kesehatan manusia. 

Sebagai gantinya, peternak mulai diarahkan untuk menerapkan strategi pemeliharaan yang lebih aman melalui perbaikan manajemen kandang, kualitas pakan, serta penggunaan feed additive alternatif, seperti probiotik, enzim, dan bahan fitogenik. 

Apa Itu AGP (Antibiotic Growth Promoter)?

Antibiotic Growth Promoter atau AGP adalah antibiotik yang sebelumnya ditambahkan ke dalam pakan ternak dengan tujuan meningkatkan laju pertumbuhan dan efisiensi penggunaan pakan. Antibiotik dalam dosis tertentu dapat menekan jumlah bakteri penyebab gangguan pada saluran pencernaan sehingga nutrisi dari pakan lebih optimal diserap oleh tubuh ternak. 

Pada prakteknya, penggunaan AGP bukan ditujukan untuk mengobati hewan yang sakit, melainkan diberikan kepada ternak sehat agar pertumbuhan lebih cepat dan biaya produksi lebih efisien. Namun, penggunaan antibiotik tanpa kebutuhan medis inilah yang kemudian menimbulkan kekhawatiran karena dapat mempercepat munculnya bakteri yang resisten terhadap antibiotik. 

Seiring berkembangnya penelitian mengenai kesehatan hewan dan keamanan pangan, penggunaan antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan mulai dianggap tidak sesuai dengan prinsip penggunaan obat yang bijak. 

Penghentian penggunaan antimikroba ini juga dilarang oleh organisasi kesehatan hewan dunia (WOAH) karena bisa meningkatkan risiko resistensi yang mengancam kesehatan manusia dan hewan. 

Baca artikel lainnya: Standar Gudang Pakan Ternak: SOP, Syarat, & Panduan

Apa Bahaya AGP bagi Kesehatan Ternak dan Manusia?

Ternyata, AGP tidak hanya memberikan efek negatif terhadap hewan, namun bisa juga memengaruhi kesehatan manusia melalui rantai makanan. Berikut bahaya AGP yang perlu diperhatikan:  

  • Terjadinya kenaikan risiko kekebalan antibiotik. Penggunaan antibiotik secara terus-menerus bisa membuat bakteri beradaptasi dan jadi lebih kebal. Ketika ternak atau manusia terkena infeksi, antibiotik yang dikonsumsi jadi kurang efektif untuk pengobatan. 

  • Meninggalkan residu antibiotik pada produk hewan. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai aturan dapat meningkatkan risiko adanya residu obat pada produk seperti daging, telur, atau susu. 

  • Meningkatkan penyebaran bakteri resisten di lingkungan. Bakteri yang telah mengalami resistensi dapat menyebar melalui kotoran ternak, air, maupun lingkungan sekitar kandang. 

  • Membuat pengobatan infeksi sulit dilakukan. Saat antibiotik kehilangan efektivitasnya, manusia maupun hewan dapat sulit untuk mendapatkan terapi yang tepat saat terjadi infeksi. 

Mengapa Penggunaan AGP Dilarang di Indonesia?

Pemerintah Indonesia melarang penggunaan Antibiotic Growth Promoter dalam pakan ternak lewat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 14 Tahun 2017. Aturan tersebut dibuat sebagai langkah pencegahan terhadap meningkatnya kasus resistensi antibiotik yang berdampak pada kesehatan masyarakat. 

Larangan ini bukan berarti antibiotik tidak boleh digunakan dalam dunia peternakan. Antibiotik masih dapat digunakan untuk tujuan pengobatan, pengendalian, atau pencegahan penyakit berdasarkan indikasi yang tepat dan sesuai arahan tenaga kesehatan hewan. Perbedaannya, antibiotik tidak lagi boleh diberikan secara rutin kepada ternak sehat hanya untuk meningkatkan pertumbuhan. 

Kebijakan tersebut juga sejalan dengan upaya global dalam mengendalikan resistensi antimikroba. Penggunaan antibiotik yang bertanggung jawab menjadi bagian penting untuk menjaga efektivitas obat bagi manusia dan hewan di masa mendatang. 

Apa Dampak Pelarangan AGP terhadap Performa Ternak?

Setelah pelarangan AGP diterapkan, sebagian peternak sempat khawatir terhadap penurunan performa ternak, seperti pertumbuhan yang lebih lambat atau meningkatnya gangguan pencernaan. Hal ini wajar karena sebelumnya antibiotik membantu menjaga kondisi saluran cerna dan menekan beberapa jenis bakteri tertentu. 

Namun, pelarangan AGP tidak berarti produktivitas ternak harus menurun. Anda tetap dapat menjaga performa lewat manajemen pemeliharaan yang lebih baik, seperti peningkatan kualitas pakan, penerapan biosecurity, vaksinasi, serta penggunaan bahan tambahan pakan alternatif yang lebih aman. 

Penerapan sistem peternakan tanpa AGP dapat menjadi peluang untuk menghasilkan produk ternak yang lebih aman dan mendukung konsep peternakan berkelanjutan. Kuncinya adalah mengganti fungsi AGP dengan strategi nutrisi dan kesehatan ternak yang tepat. 

Baca artikel lainnya: Syarat Pakan Ternak yang Baik agar Ternak Cepat Tumbuh

Apa Alternatif Pengganti AGP yang Aman?

Setelah penggunaan AGP dihentikan, peternak dapat memanfaatkan berbagai feed additive alternatif yang membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan mendukung pertumbuhan ternak. Beberapa alternatif yang umum digunakan antara lain: 

  • Probiotik merupakan mikroorganisme baik yang membantu menjaga keseimbangan bakteri dalam saluran pencernaan. Dengan mikroflora usus yang sehat, proses pencernaan nutrisi dapat berjalan lebih optimal. 

  • Enzim pakan membantu memecah komponen nutrisi tertentu dalam pakan sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh ternak. Penggunaan enzim dapat meningkatkan efisiensi pakan tanpa menggunakan antibiotik. 

  • Acidifier dapat membantu menjaga kondisi pH saluran pencernaan, sehingga lingkungan usus jadi kurang mendukung pertumbuhan bakteri patogen. 

  • Fitogenik berasal dari bahan alami tumbuhan yang memiliki kandungan bioaktif untuk mendukung kesehatan pencernaan dan meningkatkan performa ternak. 

Penggunaan kombinasi berbagai alternatif tersebut perlu disesuaikan dengan jenis ternak, kondisi ternak, kondisi lingkungan, serta kebutuhan nutrisi. Dengan strategi yang tepat, peternak tetap dapat mencapai produktivitas tinggi tanpa bergantung pada AGP. 

Sebagai alternatif, coba berikan Herbamun yang berbasis bahan herbal untuk mendukung kondisi dan daya tahan tubuh ternak. Selain itu, Natupro juga bisa digunakan sebagai probiotik untuk membantu menjaga keseimbangan mikroflora saluran pencernaan. 

Bahaya AGP tidak hanya berkaitan dengan kesehatan ternak, tetapi juga berhubungan dengan keamanan pangan dan ancaman resistensi antibiotik bagi manusia. Oleh karena itu, penggunaan AGP sebagai pemacu pertumbuhan telah dihentikan dan digantikan dengan pendekatan yang lebih aman melalui manajemen pemeliharaan nutrisi, serta feed additive alternatif. 

Bagi peternak, transisi tanpa AGP bukan sekadar mengikuti aturan, tetapi menjadi langkah penting untuk menciptakan sistem produksi ternak yang sehat, aman, dan berkelanjutan. 

Referensi:

Bahaya AGP pada Pakan Ternak dan Alasan Kenapa Dilarang
Bahaya AGP pada Pakan Ternak dan Alasan Kenapa Dilarang
Agroveta Logo
Alamat: Kalbe Business Innovation Center Lt. 4, Jl. Pulogadung No. 23 Kav. II G5 Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Timur 13930
Telp: (021) 5086 7668

© Hak Cipta PT Agroveta Husada Dharma 2026. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.

Agroveta Preloader
Agroveta