Jurnal29 Jul 2026

Ini Ciri Awal Anjing Rabies & Pencegahannya, Sudah Tahu?

Ini Ciri Awal Anjing Rabies & Pencegahannya, Sudah Tahu?

Rabies adalah penyakit mematikan yang masih menjadi ancaman serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penyakit ini menyerang sistem saraf pusat dan dapat menular dari hewan ke manusia lewat gigitan, cakaran, atau air liur hewan yang terinfeksi. 

Untuk itu, memahami ciri anjing rabies sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan risiko penularan dapat dicegah sedini mungkin. 

Apa Itu Rabies dan Seberapa Berbahaya bagi Manusia?

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus rabies dari genus Lyssavirus. Virus ini menyerang otak dan sistem saraf pusat sehingga menyebabkan gangguan perilaku, kelumpuhan, hingga kematian. Penularan paling sering terjadi melalui gigitan anjing yang terinfeksi. 

Bagi manusia, rabies termasuk kondisi gawat darurat medis. Setelah muncul gejala seperti demam, takut air (hidrofobia), kejang, atau gangguan saraf, peluang untuk bertahan hidup sangat kecil. Oleh karena itu, setiap gigitan hewan yang dicurigai rabies harus segera ditangani meskipun lukanya terlihat kecil. 

Menurut World Health Organizer (WHO), lebih dari 95% kasus rabies pada manusia disebabkan oleh gigitan anjing. Untuk itu, vaksinasi rabies pada anjing jadi langkah utama untuk memutus rantai penularan. 

Ciri-Ciri Anjing Rabies yang Harus Anda Kenali

Banyak orang mengira anjing rabies selalu terlihat ganas dan menyerang siapa saja. Padahal, gejala anjing rabies bisa muncul secara bertahap dan sering menyerupai penyakit biasa di tahap awal. 

Stadium Awal (Prodromal)

Pada tahap awal, ciri anjing rabies sering kali sulit untuk dikenali karena gejalanya mirip anjing sakit biasa. Anjing tampak terlihat lesu, demam ringan, kehilangan nafsu makan, atau tampak lebih pendiam dari biasanya. Beberapa anjing juga menjadi lebih sensitif terhadap suara dan sentuhan. 

Selain itu, perubahan perilaku anjing jadi tanda yang penting. Anjing yang biasanya jinak bisa tiba-tiba mudah marah atau gelisah. Sebaliknya, anjing yang biasanya aktif dapat berubah menjadi sangat pasif dan suka bersembunyi. Stadium awal ini biasanya berlangsung 1-3 hari sebelum memasuki fase berikutnya. 

Stadium Marah (Furious)

Ini adalah fase yang paling sering dikaitkan dengan rabies. Pada stadium furious, anjing jadi agresif, mudah menyerang tanpa provokasi, menggigit benda di sekitarnya, bahkan hingga menyerang pemiliknya sendiri. 

Ciri anjing rabies pada fase ini juga sering ditandai dengan adanya air liur berlebihan, mulut berbusa, mata tampak liar, sulit menelan, dan sering menggonggong dengan suara yang tidak biasa. Banyak anjing tampak sangat gelisah dan terus bergerak tanpa arah. 

Pada beberapa kasus, anjing juga mengalami hidrofobia atau takut air karena kesulitan menelan. Virus rabies yang menyerang saraf membuat otot tenggorokan mengalami gangguan sehingga hewan tampak tersedak saat minum. 

Stadium Lumpuh (Paralytic)

Setelah fase agresif, anjing biasanya akan memasuki stadium lumpuh. Di tahap ini, tubuh mulai melemah, terutama di bagian kaki belakang dan rahang. Anjing tampak sulit berdiri, berjalan sempoyongan, hingga akhirnya lumpuh total. 

Lidahnya sering kali menjulur keluar akibat kelumpuhan otot rahang dan tenggorokan. Anjing juga semakin sulit makan maupun minum. Dalam beberapa hari, gangguan pernapasan akan muncul dan menyebabkan kematian. 

Bedanya Anjing Rabies vs Anjing Sakit Biasa

Tidak semua anjing yang lesu atau kehilangan nafsu makan berarti terkena rabies. Ada beberapa perbedaan penting yang perlu diperhatikan. Pada rabies, perubahan perilaku biasanya sangat mencolok dan progresif dalam waktu singkat. 

Anjing sakit biasa umumnya masih bisa merespon pemilik dengan normal dan tidak menunjukkan agresivitas ekstrem. Sementara anjing rabies sering mengalami kombinasi gejala neurologis seperti menggigit tanpa sebab, air liur berlebihan, takut air, hingga kelumpuhan. 

Jika anjing menunjukkan gejala mencurigakan, segera isolasi hewan dari manusia dan hewan lain. Hindari kontak langsung dengan air liur anjing dan segera konsultasikan ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Anjing Rabies?

Gigitan anjing yang dicurigai rabies tidak boleh dianggap sepele, meskipun luka tampak kecil. Semakin cepat pertolongan pertama dan pemeriksaan medis dilakukan, maka semakin besar peluang mencegah penyakit berkembang. 

1. Pertolongan 10 Menit Pertama

Jika digigit anjing yang dicurigai rabies, langkah pertama adalah mencuci luka sesegera mungkin menggunakan air mengalir dan sabun selama minimal 15 menit. Tindakan sederhana ini sangat penting untuk membantu mengurangi jumlah virus pada luka. 

Setelah itu, gunakan antiseptik seperti povidone iodine atau alkohol 70%. Jangan langsung menutup luka rapat tanpa pemeriksaan medis karena dokter perlu mengevaluasi tingkat risiko paparan rabies. 

2. Kapan Harus ke IGD/Puskesmas?

Segera ke IGD, puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat jika gigitan menyebabkan luka terbuka, berdarah, atau berasal dari hewan yang belum jelas status vaksinnya. Penanganan medis biasanya meliputi vaksin anti rabies (VAR) dan pada kasus tertentu diberikan serum anti rabies (SAR). 

Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang mencegah virus berkembang di dalam tubuh. Jangan menunggu muncul gejala karena rabies yang sudah bergejala hampir selalu berakibat fatal. 

Cara Mencegah Rabies pada Anjing Peliharaan

Rabies termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan langkah sederhana namun konsisten. Berikut tipsnya: 

1. Jadwal Vaksinasi Rabies yang Benar

Vaksinasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah rabies. Anak anjing biasanya mulai mendapatkan vaksin rabies pertama pada usia sekitar 3 bulan, kemudian diulang sesuai jadwal booster yang direkomendasikan dokter hewan. 

Selain vaksin rutin, pemilik juga perlu memastikan anjing tidak berkeliaran bebas tanpa pengawasan, terutama di daerah dengan kasus rabies tinggi. Hindari kontak dengan hewan liar atau anjing yang tidak jelas status kesehatannya. 

Checklist sederhana untuk membantu pencegahan rabies pada anjing:

  • Vaksin rabies rutin sesuai jadwal

  • Pemeriksaan kesehatan berkala ke dokter hewan

  • Gunakan kalung identitas dan pengawasan saat berjalan

  • Hindari kontak dengan hewan liar

  • Segera konsultasi jika ada perubahan perilaku anjing yang mencurigakan

2. Berikan Produk Vaksin Rabies Terpercaya

Pemilihan vaksin rabies berkualitas juga penting untuk memberikan perlindungan optimal pada hewan peliharaan. Pastikan vaksin yang digunakan memiliki izin edar resmi dan diberikan oleh tenaga medis veteriner terpercaya. 

Salah satu pilihan produk kesehatan hewan yang banyak digunakan adalah vaksin dan produk pencegahan dari Agroveta. Produk yang tepat dan penyimpanan vaksin sesuai standar dapat membantu menjaga efektivitas perlindungan terhadap rabies pada anjing. 

Usahakan untuk tidak menunda vaksin rabies dan selalu gunakan produk kesehatan hewan terpercaya agar perlindungan anjing peliharaan lebih optimal. Konsultasikan segera ke dokter hewan jika menemukan gejala yang mencurigakan pada hewan kesayangan.

Ingin tahu lebih jauh tentang dunia piaraan terutama Anjing? Anda dapat membaca artikel lain seperti Berat Badan Anjing Sesuai Umur dan Tabel Ideal atau Cara Merawat Anjing Poodle agar Sehat

Referensi:

  • Kemenkes. Bahaya Penyakit Rabies. Diakses dari https://ayosehat.kemkes.go.id/bahaya-penyakit-rabies

  • MSD Manual Veterinary Manual. Rabies in Animals. Diakses dari https://www.msdvetmanual.com/nervous-system/rabies/rabies-in-animals

  • WHO. Rabies. Diakses dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/rabies

  • World Organisation for Animal Health. Rabies. Diakses dari https://www.woah.org/en/disease/rabies/

Ini Ciri Awal Anjing Rabies & Pencegahannya, Sudah Tahu?
Ini Ciri Awal Anjing Rabies & Pencegahannya, Sudah Tahu?
Agroveta Logo
Alamat: Kalbe Business Innovation Center Lt. 4, Jl. Pulogadung No. 23 Kav. II G5 Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Timur 13930
Telp: (021) 5086 7668

© Hak Cipta PT Agroveta Husada Dharma 2026. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.

Agroveta Preloader
Agroveta