Jurnal19 Agu 2026

Penyakit EMS pada Udang: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Penyakit EMS pada Udang: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Dalam budidaya udang, kesehatan hewan jadi faktor utama yang menentukan keberhasilan panen. Salah satu gangguan yang perlu diwaspadai adalah penyakit EMS pada udang (Early Mortality Syndrome) atau yang dikenal dengan istilah Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND). 

EMS jadi salah satu tantangan terbesar dalam industri udang karena penyebarannya dapat berlangsung cepat apabila kondisi tambak tidak terkontrol. Penyakit ini menyerang hepatopankreas udang, yaitu organ penting yang berfungsi dalam proses pencernaan dan pengolahan nutrisi. 

Mengingat dampaknya yang cukup serius, pengamatan kondisi udang sejak dini serta penerapan manajemen tambak yang baik sangat diperlukan untuk mencegah kerugian yang lebih besar. 

Apa Itu Penyakit EMS pada Udang?

Penyakit EMS pada udang merupakan penyakit bakterial yang menyerang organ hepatopankreas dan dapat menyebabkan kematian udang dalam waktu singkat. Istilah EMS sebenarnya merupakan nama awal yang digunakan untuk menggambarkan fenomena kematian dini pada udang, sedangkan istilah yang lebih tepat adalah Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND). 

Kondisi ini banyak ditemukan pada udang vaname (Litopenaeus vannamei) dan beberapa jenis udang budidaya lainnya. Serangan biasanya terjadi pada fase awal pemeliharaan, terutama beberapa minggu setelah penebaran benur. 

Jika tidak segera dikendalikan, EMS dapat menyebabkan tingkat kematian tinggi dan mengganggu siklus produksi tambak. 

Apa Penyebab Penyakit EMS/AHPND pada Udang?

Penyebab utama dari penyakit ini adalah infeksi bakteri Vibrio parahaemolyticus yang menghasilkan racun tertentu dan menyerang hepatopankreas, bagian organ yang berperan dalam proses pencernaan dan metabolisme. 

Akibatnya, organ tersebut mengalami kerusakan sehingga udang sulit untuk mencerna makanan, mengalami gangguan pertumbuhan, dan dapat mengalami kematian dalam waktu yang cepat. 

Selain bakteri, risiko EMS juga semakin tinggi jika kondisi tambak tidak terkelola dengan baik. Kualitas air yang buruk, penumpukan bahan organik, kepadatan udang yang terlalu tinggi, pemberian pakan yang tidak sesuai, serta biosekuriti yang kurang optimal dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab penyakit. 

EMS juga dapat masuk melalui benur yang terinfeksi, air, peralatan tambak, atau organisme pembawa penyakit. Untuk mencegah penyakit ini, maka dianjurkan untuk memilih benur berkualitas dan menjaga kebersihan tambak. 

Apa Saja Gejala Udang yang Terserang EMS?

Gejala penyakit EMS pada udang terkadang sulit terlihat pada tahap awal karena perubahan kondisi udang terjadi secara perlahan. Namun, petambak perlu memperhatikan beberapa tanda seperti udang mulai kehilangan nafsu makan, pertumbuhan tidak optimal, lebih banyak diam, dan pergerakan berenang terlihat lebih lemah dibandingkan udang yang sehat. 

Pada kondisi tertentu, udang yang terserang EMS juga mengalami gangguan pada hepatopankreas sehingga proses pencernaan dan penyerapan nutrisi jadi tidak berjalan dengan baik. 

Beberapa tanda yang bisa diamati saat udang mulai terserang EMS, antara lain:

  • Kematian udang meningkat secara tiba-tiba, terutama pada fase awal pemeliharaan.

  • Udang terlihat lemah dan lebih sering berada di pinggir tambak atau permukaan air. 

  • Nafsu makan udang menurun membuat pakan yang diberikan tersisa lebih banyak.

  • Pertumbuhan udang menjadi tidak seragam dalam satu kolam. 

  • Hepatopankreas terlihat mengecil atau berubah warna jadi lebih pucat. 

  • Usus udang terlihat kosong karena konsumsi pakan berkurang. 

Penting untuk mendeteksi gejala EMS sejak dini, sehingga Anda perlu melakukan pemantauan kondisi udang dan kualitas air secara rutin. Semakin cepat ditemukannya tanda penyakit, maka semakin besar peluang pengendalian tambak. 

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit EMS pada Udang?

Mencegah penyakit EMS pada udang perlu dilakukan sejak awal sebelum benur ditebar hingga masa pemeliharaan berlangsung. Kunci utamanya adalah menjaga kondisi tambak tetap sehat melalui penerapan biosekuriti, pengelolaan kualitas air, penggunaan benur yang baik, serta pemeriksaan kondisi udang secara rutin. 

Tidak ada satu cara yang dapat menjamin tambak terbebas sepenuhnya dari EMS, sehingga petambak perlu menerapkan beberapa langkah pencegahan secara bersamaan. Berikut di antaranya:

1. Sterilisasi Air dan Media Budidaya

Tahap persiapan tambak jadi langkah awal yang penting untuk mencegah masuknya bakteri penyebab EMS. Sebelum penebaran benur, kondisi dasar tambak, peralatan, dan sumber air perlu dipastikan bersih agar risiko membawa bibit penyakit dapat dikurangi. Sisa bahan organik dari siklus sebelumnya juga perlu dibersihkan karena bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri merugikan. 

Setelah proses pembersihan dan sterilisasi dilakukan, kualitas air perlu dijaga agar tetap stabil dan mendukung pertumbuhan udang. Pengelolaan air dapat dilakukan dengan menjaga keseimbangan mikroorganisme di tambak, termasuk memanfaatkan probiotik dan produk perbaikan kualitas air yang sesuai untuk membantu mengurangi dominasi bakteri patogen. 

Anda dapat membaca lebih lanjut Cara Sterilisasi Tambak Udang yang Benar agar air dan lingkungan tambak lebih siap sebelum masuk ke siklus budidaya berikutnya.

2. Pemilihan Benur SPF Bersertifikat

Pemilihan benur merupakan salah satu faktor penting dalam mencegah masuknya penyakit ke dalam tambak. Benur SPF (Specific Pathogen Free) berasal dari hatchery yang menerapkan pengawasan kesehatan sehingga memiliki risiko lebih rendah membawa penyakit tertentu. 

Sebelum membeli benur, petambak sebaiknya memastikan asal benur, kualitas fisik, dan riwayat kesehatannya. Benur yang sehat umumnya memiliki pergerakan aktif, ukuran yang seragam, serta mampu beradaptasi lebih baik terhadap perubahan kondisi lingkungan tambak. 

3. Monitoring Rutin Kualitas Air dan Kesehatan Udang

Pemantauan kondisi tambak perlu dilakukan secara rutin selama masa pemeliharaan. Beberapa parameter seperti oksigen terlarut, pH, suhu, salinitas, amonia, nitrit, dan jumlah bahan organik perlu dikontrol agar tetap berada dalam kondisi optimal. Perubahan kualitas air yang tidak stabil dapat membuat udang mudah stres dan meningkatkan risiko terserang penyakit. 

Selain mengecek kualitas air, petambak juga perlu memperhatikan kondisi udang setiap hari. Perubahan nafsu makan, pola berenang, pertumbuhan, hingga jumlah kematian perlu dicatat agar gejala awal penyakit dapat segera diketahui. Semakin cepat masalah ditemukan, semakin cepat tindakan pengendalian dapat dilakukan sebelum wabah menyebar lebih luas. 

Apa yang Harus Dilakukan saat Tambak Sudah Terserang EMS?

Jika gejala EMS mulai ditemukan di tambak, Anda perlu segera melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan untuk membatasi penyebaran penyakit. Coba mulai dengan mengevaluasi kondisi air, penyebab, jumlah udang yang terdampak, dan tingkat kematian. 

Untuk mengendalikan kondisi tambak, Anda bisa melakukan perbaikan kualitas air dan pengurangan bahan organik. Apabila kondisi udang semakin menurun dan tingkat kematian terus meningkat, maka pertimbangkan pilihan panen darurat untuk mengurangi kerugian. 

Kendati demikian, tetap pertimbangkan ukuran udang, jumlah populasi yang masih bertahan, nilai ekonomis panen, dan peluang pemulihan tambak. Setelah panen selesai, nantinya tambak harus dibersihkan secara menyeluruh agar risiko EMS tidak kembali muncul. Silakan baca Standar Persiapan Tambak Udang yang Benar agar panen lebih maksimal di siklus berikutnya.

Berapa Kerugian Ekonomi Wabah EMS?

Karena menyebabkan kematian udang dalam jumlah tinggi dengan waktu yang relatif singkat, maka wabah EMS dapat mempengaruhi kondisi ekonomi petambak. Tidak hanya kehilangan populasi, petambak juga mengalami kerugian biaya benur, pakan, tenaga kerja, dan operasional tambak. 

Selain kehilangan hasil panen, nantinya petambak juga memerlukan biaya tambahan untuk perbaikan kondisi tambak. Untuk itu, menerapkan pencegahan penyakit EMS jauh lebih efektif daripada melakukan penanganan setelah terjadi kerugian. 

Nah, itu dia serba-serbi penyakit EMS pada udang yang sering menjadi ancaman serius dalam produktivitas tambak jika tidak segera dikendalikan. Dengan sistem manajemen tambak yang konsisten, petambak dapat mengurangi risiko wabah dan mempertahankan hasil panen yang lebih stabil. 

Referensi:

Penyakit EMS pada Udang: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya
Penyakit EMS pada Udang: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya
Agroveta Logo
Alamat: Kalbe Business Innovation Center Lt. 4, Jl. Pulogadung No. 23 Kav. II G5 Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Timur 13930
Telp: (021) 5086 7668

© Hak Cipta PT Agroveta Husada Dharma 2026. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.

Agroveta Preloader
Agroveta