Bagi sebagian orang, istilah penyakit tetelo mungkin masih terdengar asing. Namun bagi peternak ayam, penyakit ini adalah salah satu yang paling ditakuti. Pasalnya, jenis penyakit ini dikenal sangat menular dan bisa mengakibatkan kematian dalam jumlah besar, jika tidak segera ditangani.
Di Indonesia sendiri, penyakit ayam tetelo sering menjadi penyebab utama kerugian dalam sektor peternakan unggas. Lantas, bisakah mencegah penyakit ayam tetelo? Yuk, cari tahu selengkapnya tentang penyakit ayam yang satu ini dengan membaca artikel ini sampai tuntas.
Apa Itu Penyakit Tetelo (Newcastle Disease)?
Dalam bahasa ilmiah, penyakit tetelo disebut dengan istilah Newcastle disease yang disebabkan oleh virus Avian paramyxovirus tipe 1 alias APMV-1 (famili dari paramyxoviridae). Virus ini mudah menyebar di antara para unggas dan bisa bertahan lama di lingkungan, terutama saat suhu dingin.
Virus ini bisa menyebar lewat udara, kontak langsung antara ayam, dan melalui pakan, minum, serta peralatan kandang yang terkontaminasi.
Menurut World Organisation for Animal Health (WOAH), tingkat penyebaran penyakit Newcastle disease cukup cepat dan dapat berdampak luas pada industri peternakan. Oleh karena itu, penyakit unggas ini perlu segera dilaporkan.
Tipe-Tipe Penyakit Tetelo pada Ayam
Pada umumnya, penyakit ayam tetelo memiliki beberapa tipe, tergantung dengan tingkat keganasannya. Berikut beberapa tipenya:
Lentogenic: Tipe ringan yang sering digunakan sebagai strain untuk vaksinasi ayam tetelo
Mesogenic: Tingkat keganasan sedang dengan gejala pernapasan dan saraf lebih ringan.
Velogenic: Tipe paling ganas yang bisa mengakibatkan kematian dalam waktu singkat
Gejala Ayam Terkena Tetelo yang Harus Diwaspadai
Memahami gejala ayam tetelo sangat penting, agar nantinya bisa ditangani dengan cepat. Umumnya, gejala penyakit ini akan muncul dalam waktu 2-15 hari setelah terpapar virus. Berikut gejala yang perlu diperhatikan:
Gangguan Pernapasan dan Pencernaan
Penyakit tetelo ayam dapat menyerang beberapa bagian unggas, mulai dari saluran napas atas dan paru-paru ayam, hingga mengakibatkan peradangan di saluran cerna. Ciri-cirinya adalah:
Ayam terlihat sesak napas
Terdengar suara ngorok
Batuk atau bersin
Nafsu makan menurun
Diare kehijauan
Gejala Saraf yang Khas (Tortikolis)
Gejala saraf dapat terjadi saat virus menyerang sistem saraf pusat. Salah satu tanda yang khas adalah gejala saraf tortikolis, kondisi otot leher kaku yang menyebabkan kepala miring ke satu sisi atau berputar. Ini mengakibatkan ayam sulit untuk makan, minum, bahkan kehilangan keseimbangan. Dalam kasus yang berat, unggas bisa mengalami kelumpuhan hingga kematian.
Perubahan Fisik
Selain mengakibatkan gangguan pernapasan dan saraf, terdapat beberapa perubahan fisik, seperti:
Jengger dan pial membiru
Penurunan berat badan drastis
Produksi telur menurun
Telur bercangkang tipis atau tidak normal
Jika tidak segera ditangani, ini bisa mengakibatkan kematian dalam waktu singkat, terutama pada strain velogenic. Jika muncul gejala di atas, segera konsultasi dengan dokter, ya!
Bagaimana Penyakit Tetelo Menular di Lingkungan Kandang?
Seperti yang kita ketahui, penyakit ayam tetelo dapat menular dengan sangat cepat. Virus Newcastle dapat bertahan lama pada bahan organik serta peralatan yang tidak didesinfeksi dengan baik. Penularan ini dapat terjadi melalui beberapa cara, yaitu:
Udara (Aerosol): Virus dapat menyebar saat ayam batuk atau bersin melalui percikan droplet.
Kotoran (Feses): Virus bisa bertahan dalam kotoran ayam dan mencemari lingkungan di sekitar.
Peralatan dan Pakaian: Virus bisa bertahan di peralatan kandang, sepatu, pakaian kerja, bahkan kendaraan yang keluar masuk kandang.
Cara Mengobati Penyakit Tetelo
Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat antivirus spesifik yang dapat membunuh virus Newcastle disease secara langsung. Namun jangan khawatir, terdapat beberapa cara mengobati ayam tetelo yang bisa dilakukan, seperti:
Memberikan vitamin dan elektrolit untuk meningkatkan daya tahan tubuh unggas
Pemberian antibiotik sesuai anjuran dokter untuk mencegah infeksi bakteri sekunder
Mengisolasi ayam yang terinfeksi virus
Menjaga suhu dan kebersihan kandang
Pastikan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Langkah pencegahan Penyakit Tetelo
Kalimat lebih baik mencegah daripada mengobati juga berlaku pada kasus penyakit tetelo. Ini dia beberapa langkah efektif untuk mencegah penyakit ayam tetelo:
1. Melakukan Vaksinasi yang Tepat
Vaksinasi ayam tetelo merupakan langkah paling efektif untuk mencegah wabah penyakit ini. Umumnya, vaksin diberikan saat ayam masih berumur beberapa hari setelah lahir dan diulang sesuai jadwalnya.
Pemberian vaksinasi bisa melalui tetes mata, air minum, atau suntikan, tergantung dengan jenis yang digunakan. Agar pemberian vaksin efektif, pastikan vaksin disimpan dan diberikan sesuai prosedur, ya!
2. Pemberian Nutrisi yang Cukup
Ayam dengan nutrisi yang baik memiliki daya tahan tubuh yang kuat untuk melawan infeksi. Oleh karena itu, pastikan pakan ayam mengandung protein, vitamin, dan mineral yang cukup untuk mendukung produksi antibodi dan meningkatkan daya tahan tubuh yang optimal.
Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, Anda juga bisa memberikan Kalimun, yang mengandung sejumlah vitamin dan mineral. Pemberian produk ini dapat membantu meningkatkan antibodi, sehingga bisa mencegah penyakit Newcastle Disease.
3. Menjalankan Biosekuriti dan Desinfeksi Area Kandang
Biosekuriti merupakan salah satu langkah pencegahan yang penting untuk dilakukan, terutama pada penyakit menular. Tahapan biosekuriti yang bisa dilakukan yakni:
Membatasi akses orang luar ke kandang
Menggunakan alas kaki khusus untuk di area kandang
Rutin membersihkan dan mendesinfeksi area kandang dan peralatan
Mengontrol lalu lintas kendaraan di area kandang
Tidak lupa, desinfeksi rutin menggunakan bahan yang efektif terhadap virus juga menjadi salah satu hal yang dianjurkan untuk memutus rantai penularan penyakit tetelo.
Penting untuk diingat, Newcastle disease alias penyakit ayam tetelo merupakan penyakit yang cepat menyebar dan sulit untuk diobati, sehingga memahami gejala dan mengetahui cara mencegahnya merupakan langkah paling penting untuk dilakukan. Jangan lupa, lakukan vaksinasi secara rutin, memberikan pakan yang bernutrisi, dan menjaga kebersihan area kandang untuk melindungi hewan ternak Anda, ya!
Referensi:
World Organisation for Animal Health. Newcastle disease. Diakses dari https://www.woah.org/en/disease/newcastle-disease/
Ceva. GELOMBANG SERANGAN NEWCASTLE DISEASE. Diakses dari https://www.ceva.co.id/Informasi-Teknis/Informasi-lain/Gelombang-Serangan-Newcastle-Disease
Animal Health Australia. Newcastle Disease Management. Diakses dari https://animalhealthaustralia.com.au/newcastle-disease-management/
USDA. Virulent Newcastle Disease. Diakses dari https://www.aphis.usda.gov/livestock-poultry-disease/avian/virulent-newcastle
The Korean Society of Veterinary Science. Newcastle disease virus: the past and current situation in Indonesia. Diakses dari https://vetsci.org/DOIx.php?id=10.4142/jvs.23022
Merck Manual Veterinary. Newcastle Disease in Poultry. Diakses dari https://www.merckvetmanual.com/poultry/newcastle-disease-and-other-paramyxovirus-infections/newcastle-disease-in-poultry

