Jurnal21 Jul 2026

Urutan Vaksin Ayam Petelur yang Tepat & Metode Pemberiannya

Urutan Vaksin Ayam Petelur yang Tepat & Metode Pemberiannya

Memahami urutan vaksin petelur menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan ternak. Jika tidak mendapatkan vaksin sesuai jadwalnya, maka kesehatan ayam jadi menurun dan membuatnya lebih mudah terserang penyakit. Kondisi ini tentu berdampak pada performa produksi. 

Dengan mengikuti urutan vaksin yang tepat, ini akan membantu membentuk kekebalan tubuh secara bertahap, mulai dari hari pertama menetas hingga fase ayam produksi. Menerapkan aturan vaksinasi sesuai jadwal dapat membantu peternak untuk menekan risiko kerugian dan menjaga stabilitas hasil telur. 

Urutan Vaksin Ayam Petelur Berdasarkan Usianya

Setiap fase pertumbuhan ayam memiliki kebutuhan vaksin yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penyusunan urutan vaksin ayam petelur harus disesuaikan dengan umur ayam agar perlindungannya lebih efektif dan tepat sasaran. 

Fase Starter (Hari ke-1 hingga Minggu ke-10)

Di fase pertama alias starter, ayam tergolong masih rentan terhadap penyakit karena sistem imunnya belum berkembang sempurna. Oleh sebab itu, vaksinasi awal menjadi sangat krusial untuk membentuk kekebalan dasar. 

Vaksin pertama, seperti vaksin Marek umumnya diberikan sejak hari pertama di hatchery atau tempat penetasan telur ayam. Memasuki umur beberapa hari, ayam mulai diberi vaksin ND (Newcastle Disease) dan IB (Infectious Bronchitis) lewat tetes mata atau air minum. Tujuannya untuk melindungi ayam dari penyakit pernapasan yang mudah menyebar. 

Di minggu selanjutnya, vaksin penyakit Gumboro mulai diberikan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh ayam. Vaksin ini biasanya perlu diulang untuk mencegah risiko penularan yang cukup tinggi. Selain itu, vaksin ND (Newcastle Disease) juga kembali diberikan untuk memperkuat perlindungan daya tahan tubuh. 

Menjelang akhir fase starter, beberapa peternak mulai menambahkan vaksin lain seperti AI (Avian Influenza), Coryza (ayam snot), IBH, atau Pox, tergantung dengan kondisi lingkungan dan risiko penyakit di lokasi peternakan. 

Fase Grower & Pullet (Minggu ke-11 hingga ke-16)

Pada fase ini ayam mulai dipersiapkan menuju masa bertelur. Kondisi tubuh ayam pun harus benar-benar sehat dan memiliki kekebalan yang kuat. Vaksinasi untuk penyakit utama seperti ND (Newcastle Disease) dan IB (Infectious Bronchitis) sebaiknya dilanjutkan sebagai booster untuk memberikan perlindungan secara optimal. 

Di umur sekitar 14-16 minggu, ayam biasanya mendapatkan vaksin EDS (Egg Drop Syndrome) yang dapat memengaruhi kualitas serta produksi telur. Beberapa peternak juga menggunakan vaksin kombinasi agar lebih praktis dan mengurangi stres pada ayam akibat terlalu sering mendapatkan vaksin. 

Fase Layer (Produksi)

Ketika ayam mulai bertelur, vaksinasi tetap perlu dilakukan meskipun tidak sesering sebelumnya. Fokusnya adalah menjaga kekebalan tubuh agar produksi telur tetap stabil. 

Usahakan untuk memberikan vaksin ND (Newcastle Disease) dan IB (Infectious Bronchitis) secara berkala sebagai booster lewat air minum atau semprot agar lebih efisien. Apabila diperlukan, vaksin AI (Avian Influenza) juga bisa diulang untuk mencegah kerugian besar selama masa produksi. 

Dengan menerapkan urutan vaksin yang tepat, ayam bisa tetap sehat dan produktif hingga akhir masa bertelur. 

Metode Aplikasi Vaksinasi yang Umum Digunakan

Selain mengetahui jenis dan jadwal vaksin, penting juga untuk memahami cara pemberian vaksin yang tepat. Pemilihan metode vaksinasi biasanya disesuaikan dengan kondisi ayam dan lingkungannya. 

Ukuran Kandang Sistem Baterai

Umumnya ayam akan dipelihara dalam ruang yang lebih terpisah di kandang baterai. Oleh karenanya, pemberian vaksinasi bisa dilakukan dengan lebih terkontrol. Metode vaksin yang sering digunakan pada kandang sistem baterai adalah tetes mata atau tetes hidung. Cara ini sangat efektif karena setiap ayam mendapatkan dosis yang sama. 

Pada vaksin jenis AI (Avian Influenza) dan EDS (Egg Drop Syndrome), pemberian vaksin akan dilakukan dengan metode suntik untuk memberikan respons kekebalan tubuh yang lebih kuat. Sayangnya, metode vaksin ini membutuhkan tenaga kerja yang terampil untuk mencegah ayam mengalami stres berlebihan. 

Untuk populasi ayam yang besar, vaksin melalui air minum jadi salah satu metode yang praktis. Namun, pastikan terlebih dahulu bahwa jenis vaksin yang digunakan memang dapat diaplikasikan melalui air minum. Air yang digunakan juga harus bersih serta bebas dari zat yang bisa mengurangi efektivitas vaksin, seperti klorin. 

Ukuran Kandang Sistem Koloni

Pada sistem koloni, ayam dipelihara dalam jumlah besar dalam satu area. Oleh karena itu, metode vaksinasi harus lebih efisien agar bisa menjangkau seluruh populasi dalam waktu yang singkat. 

Metode semprot alias spray sering digunakan karena bisa menjangkau banyak ayam sekaligus. Cara ini cocok untuk live vaksin yang bekerja lewat saluran pernapasan. 

Selain itu, vaksin yang diberikan lewat air minum juga banyak digunakan karena mudah diterapkan. Tantangannya adalah memastikan semua ayam minum dalam waktu yang sama agar dosis yang diberikan dapat merata pada semua ayam. 

Faktor Keberhasilan Vaksinasi

Keberhasilan vaksinasi tidak hanya ditentukan oleh jenis vaksin atau jadwal pemberiannya. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Pengkondisian lingkungan ternak. Program vaksinasi yang baik adalah program yang disusun sesuai kondisi lapangan di masing-masing peternakan, termasuk riwayat penyakit dan tingkat risiko di lingkungan sekitar. 

  • Kualitas vaksin juga perlu diperhatikan. Vaksin harus disimpan pada suhu yang sesuai agar kandungan di dalamnya tetap efektif. Jika penyimpanannya tidak tepat, vaksin bisa kehilangan fungsinya meskipun sudah diberikan sesuai aturan.

  • Kondisi ayam saat divaksin juga sangat berpengaruh terhadap faktor keberhasilan vaksin. Ayam yang sehat akan merespon vaksin dengan lebih baik, dibandingkan dengan ayam yang sedang stres atau sakit. Oleh karena itu, pakan, air minum, dan kondisi kandang harus dijaga dengan baik. 

  • Pastikan cara pemberian vaksin juga dilakukan dengan benar. Dosis yang tidak tepat atau penyebaran yang tidak merata bisa membuat vaksinasi kurang efektif. Oleh karena itu, peternak perlu memahami teknik vaksinasi yang baik. 

Jika ingin hasil ternak semakin optimal, jangan berhenti pada penerapan urutan vaksin petelur saja. Program vaksinasi perlu didukung dengan manajemen kandang yang baik dan penerapan biosecurity, karena keduanya menjadi partner penting dalam menjaga kesehatan, imunitas, serta performa produksi ayam. 

Keberhasilan vaksinasi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kandang. Lingkungan yang bersih dan minim paparan virus maupun bakteri patogen dapat menurunkan risiko outbreak dan membantu vaksin bekerja lebih optimal. 

Sebaliknya, jika ayam terpapar patogen saat daya tahan tubuh menurun setelah vaksinasi, risiko infeksi sekunder dapat meningkat. Oleh karena itu, selain menerapkan sanitasi dan desinfeksi kandang secara rutin, peternak juga dapat memberikan suplemen untuk membantu menjaga daya tahan tubuh ayam, seperti Kalimun dan Kalvimix HC, sesuai petunjuk penggunaan. 

Untuk menambah wawasan, baca juga artikel ukuran kandang ayam petelur yang ideal agar ayam tetap nyaman selama dipelihara, serta panduan sanitasi kandang ayam untuk membantu menjaga lingkungan kandang tetap bersih dan mendukung keberhasilan program vaksinasi.

Referensi:

  • MSD Manual. Vaccinations program for broiler breeders. Diakses dari https://www.msdvetmanual.com/multimedia/table/vaccination-program-for-broiler-breeders

  • FAO. Poultry Development Review. Diakses dari https://openknowledge.fao.org/server/api/core/bitstreams/8506e61a-14f5-4df6-9f2c-8aafa25e9570/content

  • Poultry Hub. Vaccinations. Diakses dari https://www.poultryhub.org/all-about-poultry/health-management/vaccination

  • World Organisation for Animal Health. Avian Influenza. Diakses dari https://www.woah.org/en/disease/avian-influenza/

Urutan Vaksin Ayam Petelur yang Tepat & Metode Pemberiannya
Urutan Vaksin Ayam Petelur yang Tepat & Metode Pemberiannya
Agroveta Logo
Alamat: Kalbe Business Innovation Center Lt. 4, Jl. Pulogadung No. 23 Kav. II G5 Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Timur 13930
Telp: (021) 5086 7668

© Hak Cipta PT Agroveta Husada Dharma 2026. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.

Agroveta Preloader
Agroveta