BlogsJul 29, 2026

What Causes Loss of Appetite in Cattle and Its Treatment

What Causes Loss of Appetite in Cattle and Its Treatment

Salah satu keluhan yang paling sering dialami peternak adalah sapi yang tiba-tiba kehilangan nafsu makan. Kabar buruknya, kondisi ini tidak bisa dianggap sepele karena akan memengaruhi pertumbuhan, produksi daging, bahkan hingga kesehatan sapi secara keseluruhan. Lantas, apa solusinya jika sapi tidak mau makan?

Pada dasarnya, ada banyak faktor yang bisa memengaruhi kondisi ini, mulai dari gangguan pencernaan, infeksi penyakit, stres lingkungan, hingga kualitas pakan yang buruk. Untuk itu, penanganannya juga harus dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran. 

Peternak perlu memahami cara mengenali gejala awal sebelum menentukan tindakan yang sesuai. Dengan diagnosa awal dan penanganan yang tepat, maka nafsu makan sapi bisa kembali. 

Kenapa Sapi Tidak Mau Makan?

Sapi yang tiba-tiba kehilangan nafsu makan bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan maupun masalah pada manajemen pemeliharaan. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat memengaruhi pertumbuhan, produksi, hingga daya tahan tubuh ternak. 

1. Faktor Penyakit

Penyakit jadi penyebab paling umum sapi kehilangan nafsu makan. Salah satu gangguan yang sering terjadi adalah bloat atau kembung. Perut sapi akan membesar karena adanya penumpukan gas di dalam lambung (rumen) yang membuatnya tidak nyaman dan berhenti makan. Selain itu, penyakit seperti bovine ephemeral fever (BEF), penyakit mulut dan kuku (PMK), dan infeksi cacing bisa menyebabkan sapi demam, lesu, dan mengalami penurunan nafsu makan yang drastis. 

Pada kasus PMK, sapi biasanya mengalami luka di mulut dan lidah, sehingga terasa sakit saat mengunyah pakan. Sedangkan infeksi cacing dapat mengganggu penyerapan nutrisi di saluran pencernaan, sehingga sapi tampak kurus meski tetap diberi makan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menurunkan produktivitas ternak secara signifikan. 

2. Faktor Stres dan Perubahan Lingkungan

Terkadang, sapi juga bisa mengalami stres akibat perpindahan kandang, perubahan cuaca ekstrem, perjalanan jauh, atau kepadatan kandang yang terlalu tinggi. Saat stres, hormon kortisol meningkat dan berdampak pada menurunnya nafsu makan. Kondisi ini sering terjadi pada sapi yang baru datang ke peternakan atau setelah proses perjalanan panjang.

Selain itu, lingkungan kandang yang panas, lembap, dan sirkulasi udara yang buruk juga membuat sapi tidak nyaman. Akibatnya, sapi lebih banyak diam dan konsumsi pakan menurun. Oleh karena itu, kenyamanan kandang sangat memengaruhi performa makan ternak. 

3. Pakan Berkualitas Buruk atau Berjamur

Pakan yang terlalu tua, berjamur, atau tercemar dapat menyebabkan sapi menolak makan. Jamur pada hijauan maupun konsentrat dapat menghasilkan toksin yang berbahaya bagi kesehatan sapi. Selain membuat nafsu makan turun, mikotoksin juga bisa memicu gangguan hati dan pencernaan. 

Hijauan yang terlalu kasar atau kualitas nutrisinya rendah juga membuat konsumsi pakan menurun. Oleh sebab itu, peternak perlu memastikan hijauan tetap segar, tidak busuk, dan memiliki kandungan nutrisi yang baik. 

4. Defisiensi Mineral dan Vitamin

Kekurangan mineral seperti fosfor, selenium, dan zinc dapat mempengaruhi metabolisme tubuh sapi. Begitu pula kekurangan vitamin B kompleks yang berperan penting dalam proses pembentukan energi dan menjaga nafsu makan. 

Sapi yang kekurangan vitamin biasanya tampak lemah, lesu, dan konsumsi pakannya berkurang. Untuk itu, Anda dapat mencoba Vetasol, vitamin B kompleks cair untuk memenuhi kebutuhan akan suplemen ternak Anda.

Cara Diagnosa Awal di Lapangan

Sebelum memberikan penanganan, peternak perlu melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui kemungkinan penyebab sapi tidak mau makan. Ini dia cara diagnosa yang bisa dilakukan:

Tanda-Tanda Klinis yang Perlu Diperhatikan

Peternak perlu melakukan pengamatan sederhana sebelum menentukan langkah penanganan. Perhatikan apakah sapi mengalami:

  • Demam, perut kembung, air liur berlebihan, diare, luka di mulut, atau perubahan perilaku seperti lebih banyak berbaring. 

  • Kondisi mata cekung dan tubuh lemas juga menjadi tanda sapi mengalami gangguan kesehatan. 

  • Apabila kotoran sapi terlalu cair, bercampur lendir, atau terdapat cacing, kemungkinan ada gangguan pencernaan atau infeksi parasit. 

Pemeriksaan sederhana ini membantu peternak menentukan apakah masalah sapi tidak mau makan berasal dari pakan atau penyakit. 

Kapan Harus Panggil Dokter Hewan?

Jika sapi tidak mau makan lebih dari 24 jam disertai demam tinggi, sesak napas, kembung parah, atau luka di mulut yang luas, peternak sebaiknya segera memanggil dokter hewan. Penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk dan mengurangi risiko kematian ternak. 

Begitu pula jika sapi terlihat sangat lemah hingga sulit berdiri atau mengalami penurunan berat badan drastis dalam waktu singkat. Pemeriksaan laboratorium dan diagnosa profesional diperlukan agar pengobatan lebih tepat sasaran. 

Solusi Praktis Mengatasi Sapi Tidak Mau Makan

Penanganan sapi yang tidak mau makan sebaiknya dilakukan secara bertahap sesuai penyebabnya. Berikut cara mengatasinya:

1. Penanganan Pertama

Jika kondisi sapi masih ringan, peternak dapat melakukan penanganan awal dengan pemberian oral drench untuk membantu memulihkan fungsi rumen dan mencegah dehidrasi. Pemberian vitamin B kompleks juga sering digunakan untuk membantu meningkatkan metabolisme dan merangsang nafsu makan. 

Beberapa peternak menggunakan vitamin B kompleks injeksi dan oral drench dari Agroveta sebagai bagian dari penanganan awal di lapangan, terutama pada sapi yang tampak lemah dan kehilangan nafsu makan akibat stres maupun gangguan pencernaan ringan. Namun, penggunaannya tetap perlu mengikuti dosis dan petunjuk tenaga kesehatan hewan. 

2. Perbaikan Kualitas Pakan & Manajemen Hijauan

Langkah berikutnya adalah memperbaiki kualitas pakan. Ganti hijauan yang berjamur atau terlalu tua dengan rumput segar berkualitas baik. Tambahkan konsentrat secara bertahap agar rumen sapi dapat beradaptasi dengan baik. 

Untuk meningkatkan nafsu makan, pastikan memberikan pakan dalam jumlah kecil tetapi lebih sering. Usahakan selalu tersedia air minum yang bersih agar proses metabolisme berjalan optimal.

3. Pemberian Suplemen Penambah Nafsu Makan

Suplemen tambahan seperti probiotik, mineral mix, dan vitamin dapat membantu memperbaiki kondisi rumen, sehingga sapi bisa kembali nafsu makan. Probiotik membantu menyeimbangkan mikroba rumen, sementara mineral dapat mendukung proses metabolisme tubuh. 

Pemberian suplemen biasanya lebih efektif jika dibarengi dengan perbaikan manajemen kandang dan sanitasi lingkungan. Dengan kombinasi penanganan yang tepat, pemulihan nafsu makan sapi umumnya berlangsung lebih cepat. 

Pencegahan Jangka Panjang agar Sapi Tetap Nafsu Makan

Menjaga nafsu makan sapi tidak cukup hanya saat ternak sakit, namun dibutuhkan juga perawatan rutin dan manajemen yang baik. 

Program Nutrisi Seimbang

Pencegahan terbaik dimulai dari pemberian nutrisi yang seimbang. Sapi membutuhkan kombinasi hijauan, konsentrat, mineral, vitamin, dan air dalam jumlah cukup agar sistem pencernaan tetap optimal. 

Peternak juga perlu menjaga jadwal pemberian pakan tetap konsisten karena perubahan mendadak dapat memicu stres pada rumen. Evaluasi kualitas pakan secara rutin sangat penting untuk mencegah gangguan makan pada ternak. 

Jadwal Vaksinasi & Deworming Rutin

Vaksinasi dan pemberian obat cacing (deworming) rutin membantu mencegah penyakit yang menyebabkan penurunan nafsu makan. Program deworming biasanya dilakukan setiap beberapa bulan, tergantung kondisi peternakan dan risiko paparan parasit. 

Selain itu, kebersihan kandang harus dijaga agar sapi tidak mudah terpapar bakteri maupun virus penyebab penyakit. Lingkungan yang bersih dan nyaman sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan produktivitas ternak. 

Ingin performa sapi makin optimal dan nafsu makan lebih terjaga? Yuk, pelajari Cara Membuat Silase Pakan Sapi Berkualitas, yang bisa jadi solusi praktis untuk menjaga kestabilan pakan sepanjang tahun tanpa khawatir kekurangan pakan.

Referensi:

  • Kumparan. Cara agar sapi lahap makan dan minum yang harus diketahui. Diakses dari https://kumparan.com/seputar-hobi/cara-agar-sapi-lahap-makan-dan-minum-yang-harus-diketahui-21C1oNCVK1c

  • MSD Manual Veterinary Manual. Feeding and nutritional management of beed cattle. Diakses dari https://www.msdvetmanual.com/management-and-nutrition/nutrition-beef-cattle/feeding-and-nutritional-management-of-beef-cattle

  • MSD Manual Veterinary Manual. Bloat in ruminants. Diakses dari https://www.msdvetmanual.com/digestive-system/diseases-of-the-ruminant-forestomach/bloat-in-ruminants

What Causes Loss of Appetite in Cattle and Its Treatment
What Causes Loss of Appetite in Cattle and Its Treatment
Agroveta Logo
Address: Kalbe Business Innovation Center, 4th Floor, Jl. Pulogadung No. 23 Kav. II G5, Pulogadung Industrial Estate, East Jakarta 13930
Phone: (021) 5086 7668

© Copyright PT Agroveta Husada Dharma 2026. All Right Reserved.

Agroveta Preloader
Agroveta