Musim kemarau sering menjadi tantangan bagi peternak sapi karena rumput segar semakin sulit didapat. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, kekurangan pakan bisa berdampak pada kesehatan dan produktivitas sapi. Oleh karena itu, penting bagi peternak untuk memahami cara menyimpan pakan agar tetap awet dan bernutrisi.
Salah satu solusi yang paling praktis adalah mempelajari cara membuat silase pakan sapi dengan benar. Peternak dapat menyimpan hijauan dalam waktu yang lama tanpa khawatir cepat busuk.
Apa Itu Silase dan Mengapa Peternak Sapi Membutuhkannya?
Silase adalah pakan ternak yang dibuat dari rumput atau tanaman hijauan yang disimpan dalam kondisi tertutup rapat agar mengalami proses fermentasi alami. Sederhananya, silase adalah cara mengawetkan rumput supaya tidak cepat busuk dan tetap bisa diberikan ke sapi saat hijauan segar sulit untuk didapat. Proses ini membuat pakan bertahan lebih lama tanpa harus dikeringkan seperti jerami.
Bagi peternak, silase bukan sekadar alternatif pakan, tetapi bentuk persiapan menghadapi musim kemarau atau kondisi cuaca yang tidak menentu. Ketika rumput di ladang menipis, stok silase bisa menjadi penyelamat. Sapi tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, sehingga kesehatannya terjaga dan produktivitasnya tidak turun drastis.
Selain membantu menjaga ketersediaan pakan, silase yang dibuat dengan benar juga lebih aman untuk pencernaan sapi. Proses fermentasi menghasilkan suasana asam yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk. Namun, hal ini hanya terjadi jika prosesnya tepat, mulai dari kadar air, pemadatan, hingga penutupan yang benar-benar rapat. Jika dibuat secara asal, silase justru bisa rusak dan berisiko menimbulkan gangguan pencernaan.
Oleh karena itu, memahami fungsi dan manfaat silase sangat penting sebelum mulai membuatnya. Dengan teknik yang benar, silase bisa menjadi solusi praktis untuk menjaga kestabilan pakan sepanjang tahun. Bagi banyak peternak, ini bukan hanya soal teknik, tetapi memastikan tentang ternak yang tetap sehat, tumbuh optimal, dan usaha peternakan bisa berjalan tenang tanpa khawatir kekurangan pakan.
Cara Membuat Silase Pakan Sapi
Memahami cara membuat silase pakan sapi sebenarnya tidak rumit, asalkan setiap tahap dilakukan dengan teliti dan tidak terburu-buru. Kuncinya ada pada pemilihan bahan yang tepat, pengaturan kadar air, pemadatan tanpa udara, serta kontrol pH selama proses fermentasi.
Bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan
Untuk menghasilkan silase berkualitas, bahan utama yang umum digunakan adalah rumput gajah, daun jagung, atau tanaman hijau lain dengan kadar air sekitar 60-70%. Kadar air yang terlalu tinggi dapat memicu pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan. Sementara jika kadar air yang terlalu rendah, ini dapat menghambat proses fermentasi.
Selain bahan hijauan, diperlukan juga tambahan sumber karbohidrat seperti dedak atau molase guna mempercepat pembentukan asam laktat. Tidak kalah penting adalah penggunaan aditif fermentasi spesifik, bukan sekadar EM4 biasa. Produk seperti Lagantor F1 Customix dan Lagantor Milku dapat digunakan sebagai pelengkap kebutuhan vitamin dan mineral untuk ternak.
Selain itu, dibutuhkan juga sejumlah peralatan, seperti:
Mesin pencacah rumput
Drum plastik atau silo kedap udara (wadah)
Terpal plastik tebal
Timbangan
Alat ukur pH (pH meter atau kertas lakmus)
Mengontrol pH menjadi kunci utama karena lingkungan asam dapat mencegah berkembangnya bakteri berbahaya.
Langkah-langkah Pembuatan Silase
Proses pembuatan silase perlu dilakukan secara bertahap dan rapi agar fermentasi berjalan dengan sempurna. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda terapkan agar silase yang dihasilkan berkualitas dan tidak mudah rusak:
Pencacahan Hijauan: Potong hijauan sepanjang 3-5 cm agar mudah dipadatkan dan mempercepat proses fermentasi.
Pengaturan Kadar Air: Jika terlalu basah, layukan terlebih dahulu selama beberapa jam. Kadar air yang optimal dapat mencegah pembusukan bakteri anaerob yang tidak terkendali.
Penambahan Karbohidrat Aditif: Campurkan molase dan aditif seperti Natupro secara merata. Aditif ini berfungsi mempercepat dominasi bakteri asam laktat sehingga pH turun lebih cepat.
Pemadatan Maksimal: Masukkan campuran ke dalam silo atau drum sambil ditekan agar tidak ada rongga udara. Pasalnya, oksigen dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri aerob.
Penutupan Rapat: Pastikan wadah benar-benar kedap udara. Tutup dengan plastik tebal dan beri pemberat.
Fermentasi selama 14-21 hari: Biarkan proses fermentasi berlangsung selama 14-21 hari. Rutin periksa pH setelah 2 minggu. Idealnya pH berada di kisaran 3,8-4,5.
Ciri-Ciri Silase yang Berhasil
Silase yang berhasil biasanya langsung bisa dikenali dari aromanya. Baunya asam segar menyerupai tape, tetapi bukan bau yang menyengat atau busuk. Warnanya pun tetap hijau kecokelatan alami, tidak berlendir, dan tidak ditumbuhi jamur. Jika diukur, pH-nya berada di bawah 4,5, tanda bahwa fermentasi telah melalui proses yang benar dan bakteri merugikan tidak sempat berkembang.
Sebaliknya, jika tercium aroma bau yang tidak sedap atau terlihat jamur hitam, itu pertanda ada yang kurang tepat dalam prosesnya. Bisa jadi, masih ada udara yang masuk atau penurunan pH tidak berlangsung optimal.
Di sinilah pentingnya penggunaan aditif spesifik yang dapat membantu mempercepat penurunan pH dan menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi bakteri berbahaya. Dengan demikian, silase jadi lebih higienis dan aman untuk sistem pencernaan sapi.
Saat silase dibuat dengan benar, hasilnya bukan hanya pakan yang awet, tetapi juga rasa tenang bagi peternak. Di saat rumput sulit didapat, Anda tetap punya cadangan pakan yang berkualitas. Sapi tetap sehat, nafsu makan terjaga, dan produktivitas tidak terganggu.
Tingkatkan pengetahuan Anda tentang hewan ternak melalui konten-konten informatif yang berkualitas dari tim Ahli Agroveta. Anda bisa membaca Panduan Pengobatan Mastitis pada Sapi dan Tips Pencegahannya atau Cara Mengobati Penyakit Sapi Lato-Lato dan Pencegahannya.
Referensi:
Jurnal Universitas Padjadjaran. Pembuatan silase dari rumput gajah untuk pakan ternak. Diakses dari https://jurnal.unpad.ac.id/pkm/article/viewFile/20276/9697
Kementerian ketenaga kerjaan RI. Diakses dari https://bpvpbandungbarat.kemnaker.go.id/langkah-langkah-pembuatan-silase/
Jurnal ilmiah pengabdian masyarakat Universitas Jenderal Soedirman. PEMBUATAN SILASE DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN PAKAN LOKAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI SUSU SAPI PERAH. Diakses dari https://logista.fateta.unand.ac.id/index.php/logista/article/view/517
Silopak. How to produce silage for dairy cattle. Diakses dari https://silopak.com/dairy-cattle/
Cargill. How to make silage for dairy cows. Diakses dari https://www.cargill.co.in/how-to-make-silage-for-dairy-cows

