Saat melihat sapi tampak lemas dan disertai dengan benjolan di tubuhnya, wajar jika peternak merasa khawatir. Kondisi ini disebut sebagai penyakit sapi lato-lato atau Lumpy Skin Disease (LSD) yang bisa membuat kondisi sapi cepat menurun, terutama jika tidak segera ditangani.
Pasalnya, penyakit ini bisa mengakibatkan sapi mengalami penurunan nafsu makan, bahkan produksi susu juga ikut berkurang. Hal tersebut tentunya dapat berdampak pada kesehatan ternak sekaligus menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak.
Apa Itu Penyakit Sapi Lato-Lato (LSD)?
Lumpy Skin Disease (LSD) adalah penyakit infeksi virus pada sapi yang disebabkan oleh virus dari genus Capripoxvirus. Virus ini menyerang bagian kulit dan jaringan di bawahnya, sehingga menyebabkan benjolan keras. Selain itu LSD juga dapat memengaruhi kondisi umum sapi, seperti berkurangnya nafsu makan dan produksi susu.
Penting untuk Anda ketahui, penularan penyakit sapi lato-lato sering terjadi melalui gigitan serangga, seperti lalat, nyamuk, dan kutu darah. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung atau peralatan kandang yang terkontaminasi. Oleh sebab itu, pengendalian serangga jadi bagian penting dalam pencegahan dan pengobatan.
Ciri-Ciri dan Gejala Penyakit LSD pada Sapi
Gejala awal penyakit sapi lato-lato biasanya ditandai dengan demam tinggi pada sapi, lesu, dan hilang nafsu makan. Dalam beberapa hari, muncul benjolan-benjolan keras pada kulit yang tersebar di leher, punggung, kaki, kepala, hingga ambing (kantong susu). Selain itu, terdapat gejala lain yang sering ditemukan, seperti:
Produksi susu menurun drastis
Pembengkakan kelenjar getah bening
Keluar cairan dari mata dan hidung
Luka terbuka akibat benjolan yang pecah
Penurunan berat badan
Jika tidak ditangani dengan baik, benjolan dapat menjadi luka yang terinfeksi bakteri sekunder dan memperparah kondisi sapi.
Cara Mengobati Penyakit Sapi Lato-Lato (LSD)
Dalam praktiknya, cara mengobati penyakit sapi lato-lato tidak bertujuan untuk membunuh virus secara langsung. Hingga saat ini, belum ada antivirus spesifik untuk LSD. Penanganan perlu difokuskan pada terapi yang suportif, yaitu membantu tubuh sapi melawan infeksi, mengurangi gejala, dan mencegah komplikasi.
Prinsip ini serupa dengan penanganan banyak penyakit virus lainnya, yaitu meningkatkan daya tahan tubuh dan menangani gejalanya. Berikut cara mengobati penyakit sapi lato-lato:
1. Prinsip Penanganan LSD
Tujuan utama dari terapi suportif adalah menurunkan demam dan peradangan, meningkatkan imunitas sapi, mencegah infeksi bakteri sekunder, serta mempercepat pemulihan kondisi umum. Akan tetapi, penanganan ini perlu didukung dengan kontrol vektor, seperti lalat dan nyamuk karena serangga merupakan faktor utama penyebaran LSD.
2. Isolasi dan Perawatan Sapi yang Terinfeksi
Sapi yang menunjukkan gejala penyakit lato-lato harus segera diisolasi alias dipisahkan dengan sapi lainnya. Pemisahan ini dapat mencegah penularan ke ternak yang sehat.
Namun, kondisi kandang isolasi pun harus bersih, kering, dan memiliki ventilasi yang baik. Pastikan Anda membersihkan kotoran di kandang setiap hari dan rutin menyemprot desinfektan di sekitar area kandang.
3. Pemberian Obat dan Terapi Pendukung
Mengingat tidak adanya antivirus khusus, maka peternak harus fokus pada penguatan kondisi tubuh sapi. Berikut langkah yang bisa dilakukan:
Support imun: Pemberian suplemen seperti Fertilife dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sapi, sehingga proses pemulihan bisa berjalan dengan cepat.
Mengatasi peradangan dan demam: Jika sapi mengalami demam atau peradangan berat, peternak bisa memberikan NSAID AHD seperti Tolvet Inj untuk membantu mengurangi inflamasi dan nyeri.
Antibiotik: Antibiotik hanya boleh diberikan apabila terdapat infeksi bakteri tambahan pada luka. Pasalnya, antibiotik tidak efektif untuk melawan virus, sehingga penggunaannya harus tepat dan sesuai anjuran dokter hewan.
Perawatan Luka Akibat Benjolan LSD
Benjolan di kulit sapi yang pecah dapat menjadi luka terbuka. Nantinya, luka tersebut harus dibersihkan dengan antiseptik dan dijaga tetap kering. Perawatan luka yang baik dapat mencegah infeksi lanjutan dan mempercepat penyembuhan jaringan.
Untuk membantu penyembuhan luka, Anda bisa menggunakan Prodine Gel di area yang mengalami kerusakan kulit. Pastikan mengoleskannya secara teratur sesuai petunjuk penggunaan, ya!
Cara Pencegahan Penyakit Sapi Lato-Lato
Pencegahan adalah langkah paling efektif dalam mengendalikan LSD. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan adalah:
Kontrol vektor secara rutin. Gunakan antiparasit seperti Agi Pour On (ivermectine) untuk membantu mengurangi risiko gigitan serangga pembawa virus.
Biosekuriti ketat. Batasi akses keluar-masuk hewan, kendaraan, dan orang ke area peternakan.
Kebersihan kandang. Pastikan kandang tidak lembap dan memiliki drainase yang baik agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya lalat dan nyamuk.
Pemantauan rutin. Lakukan pemeriksaan suhu dan kondisi kulit sapi secara berkala untuk mendeteksi dini penyakit sapi lato-lato.
Tanpa pengendalian lalat dan nyamuk, upaya pengobatan tidak akan optimal karena risiko penularan akan tetap tinggi.
Kesalahan Umum Peternak dalam Menangani LSD
Tidak jarang kasus LSD semakin memburuk, bukan hanya karena virus tetapi karena kesalahan penanganan yang dilakukan peternak. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi:
Tidak segera mengisolasi sapi sakit
Menganggap antibiotik dapat membunuh virus
Tidak melakukan kontrol lalat dan nyamuk
Menghentikan terapi terlalu cepat
Mengabaikan kebersihan kandang
Kesalahan-kesalahan tersebut dapat memperpanjang masa sakit dan meningkatkan penyebaran di dalam kandang.
Apakah Penyakit LSD Berbahaya bagi Manusia?
Pada dasarnya, Lumpy Skin Disease (LSD) tidak menular ke manusia. Virus ini bersifat spesifik menyerang sapi dan bukan termasuk penyakit zoonosis yang membahayakan manusia.
Meski demikian, dampak ekonominya akan besar karena bisa menurunkan produktivitas dan kualitas ternak.
Penyakit sapi lato-lato memang terlihat mengkhawatirkan, tetapi bisa dikendalikan jika ditangani dengan benar. Kunci utamanya adalah perawatan yang tepat, menjaga kebersihan kandang, dan mengendalikan lalat, nyamuk, serta kutu darah. Dengan langkah yang konsisten, sapi memiliki peluang besar untuk pulih kembali.
Referensi:
Kementerian Pertanian RI. Mengenal Penyakit Lumpy Skin Disease LSD. Diakses dari https://bbpkhcinagara.bppsdmp.pertanian.go.id/artikel/mengenal-penyakit-lumpy-skin-disease--lsd
European Food Safety Authority. Lumpy skin disease. Diakses dari https://www.efsa.europa.eu/en/topics/topic/lumpy-skin-disease
World Organisation for Animal Health. Lumpy Skin Disease. Diakses dari https://www.woah.org/en/disease/lumpy-skin-disease/
MSD Manual Veterinary Manual. Lumpy Skin Disease in Cattle. Diakses dari https://www.msdvetmanual.com/integumentary-system/pox-diseases/lumpy-skin-disease-in-cattle

