Jurnal14 Jul 2026

Cara Mengobati Sapi Demam secara Mandiri & Prosedur Medis

Cara Mengobati Sapi Demam secara Mandiri & Prosedur Medis

Perubahan kecil pada perilaku sapi sering menjadi tanda awal adanya masalah kesehatan. Misalnya, sapi yang biasanya makan dengan lahap tiba-tiba terlihat lemas dan tidak bersemangat. 

Kondisi seperti ini bisa saja disebabkan oleh demam. Pada sapi, demam biasanya ditandai dengan peningkatan suhu tubuh di atas normal. Umumnya, suhu sapi normal adalah 38-39,3 celcius, dan sapu demam biasanya hingga suhu 41 celcius. 

Jika tidak diobati dengan baik, ini bisa menurunkan nafsu makan, produksi susu, hingga menurunkan berat badan pada sapi. Untuk mengatasinya, maka peternak perlu memahami cara mengobati sapi demam, mulai dari mengenali gejalanya hingga memberikan penanganan yang tepat.

Penyebab Umum Demam pada Sapi

Demam pada sapi bisa terjadi karena beberapa hal. Penyebabnya tidak selalu sama pada setiap kasus, mulai dari infeksi virus, bakteri, hingga parasit dapat memicu peningkatan suhu pada ternak. 

1. Bovine Ephemeral Fever (Demam Tiga Hari)

Salah satu penyebab demam yang cukup sering ditemukan pada sapi adalah Bovine Ephemeral Fever (BEF) yang lebih dikenal dengan sebutan demam tiga hari. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang biasanya ditularkan melalui gigitan serangga, seperti nyamuk atau lalat. 

Gejala yang muncul sering kali terjadi secara tiba-tiba, yang ditandai dengan sapi demam tinggi, terlihat lemas, dan nafsu makan menurun. Pada sapi perah, produksi susu juga dapat turun secara drastis. Tidak jarang, sapi tampak kesulitan berdiri atau berjalan karena merasa lemas. 

Penyakit ini disebut demam tiga hari karena pada banyak kasus gejalanya dapat mereda dalam waktu sekitar tiga hari, terutama jika penanganan dilakukan dengan cepat. 

Kendati demikian, kondisi ini tetap perlu diwaspadai. Pada sapi yang daya tahan tubuhnya sedang menurun, demam tiga hari bisa menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik. 

2. Infeksi Bakteri dan Parasit Darah

Selain virus, demam pada sapi juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri maupun parasit darah, seperti anaplasmosis dan babesiosis. Penyakit ini umumnya ditularkan melalui gigitan kutu atau serangga pengisap darah yang membawa mikroorganisme penyebab penyakit. 

Saat parasit masuk ke dalam tubuh sapi, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi untuk melawannya. Salah satu reaksi alami yang muncul adalah meningkatnya suhu tubuh atau demam. 

Kondisi ini biasanya disertai dengan beberapa tanda lain, seperti sapi terlihat lemah, selaput mata tampak pucat atau kekuningan, nafsu makan berkurang, hingga berat badan yang menurun secara perlahan. 

Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi parasit darah akan memengaruhi kondisi kesehatan sapi secara keseluruhan dan berdampak pada produktivitas ternak. 

Gejala Klinis yang Menyertai Sapi Demam

Sapi yang mengalami demam biasanya menunjukkan beberapa perubahan pada perilaku maupun kondisi fisiknya. Gejala ini bisa berbeda pada setiap sapi, tergantung penyebab penyakit yang mendasarinya. 

Beberapa tanda yang umum terlihat pada sapi demam antara lain:

  • Suhu tubuh lebih tinggi daripada normal, di atas 38-39,3 derajat Celcius

  • Menurunnya nafsu makan

  • Sapi terlihat lemas dan kurang aktif

  • Mata terlihat sayu

  • Pernapasan lebih cepat dari biasanya

  • Produksi susu menurun pada sapi perah

Dalam beberapa kasus, sapi juga dapat mengalami gemetar, pincang, atau kesulitan berdiri. Kondisi ini sering terjadi jika demam disertai peradangan pada otot dan sendi. Memahami gejala ini sejak awal sangat membantu peternak untuk segera ambil tindakan sebelum kondisi sapi semakin memburuk.

Langkah Penolongan Pertama

Apabila sapi menunjukkan tanda-tanda demam, peternak dapat melakukan beberapa langkah pertolongan pertama sebelum mendapatkan penanganan medis dari dokter hewan. 

Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah mengisolasi sapi yang sakit dari ternak lain. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit jika penyebab demam adalah infeksi menular. Setelah itu, peternak bisa melakukan beberapa tindakan sederhana, seperti memberikan air minum yang cukup, menyediakan pakan yang mudah dicerna, dan mengompres tubuh sapi dengan air hangat.

Tak jarang, peternak juga sering memberikan ramuan herbal tradisional yang terbuat dari jahe, kunyit, dan temulawak yang mengandung antiinflamasi, sehingga bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan. 

Prosedur Medis Pengobatan Sapi Demam

Jika demam tak kunjung turun atau kondisi sapi semakin memburuk, maka penanganan medis oleh dokter hewan sangat diperlukan. Dokter akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh, kondisi fisik, serta kemungkinan infeksi yang terjadi. Berikut langkah-langkahnya:

1. Suntikan Penurun Panas

Dokter hewan memberikan obat penurun panas (antipiretik) untuk membantu menurunkan suhu tubuh sapi. Obat ini membuat sapi merasa lebih nyaman dan mengurangi stres akibat demam. 

2. Pemberian Obat Anti-inflamasi

Selain obat penurun panas, dokter hewan juga memberikan obat antiinflamasi untuk mengurangi peradangan dan rasa nyeri yang mungkin dialami sapi. Dengan berkurangnya rasa tidak nyaman, nafsu makan sapi akan kembali sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat. 

3. Terapi Cairan (Infus) dan Multivitamin

Pada kondisi tertentu, sapi yang mengalami demam juga dapat mengalami dehidrasi atau kekurangan energi. Dalam situasi ini, dokter hewan memberikan terapi cairan melalui infus untuk membantu menstabilkan kondisi tubuh. Selain itu, pemberian multivitamin dan mineral juga sering dilakukan untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh sapi selama masa pemulihan. 

Perlu diingat bahwa semua prosedur pengobatan ini sebaiknya dilakukan oleh dokter hewan atau tenaga ahli agar dosis dan jenis obat yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi sapi. 

Tips Pencegahan Demam pada Sapi

Kabar baiknya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan peternak untuk mengurangi risiko demam pada sapi. Pastikan Anda menjaga kebersihan kandang karena lingkungan yang kotor dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan parasit penyebab penyakit. 

Selain itu, pastikan juga ventilasi kandang dalam kondisi yang baik. Sirkulasi udara yang lancar dapat membantu menjaga suhu lingkungan tetap stabil dan mencegah kelembapan berlebih. Pasalnya, kondisi kandang yang terlalu lembap dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit. 

Kemudian, berikan pakan sapi (silase) bergizi seimbang agar sistem kekebalan tubuh sapi tetap kuat dan kendalikan serangga serta kutu yang sering menjadi pembawa penyakit. Terakhir, lakukan vaksinasi sesuai anjuran dokter hewan untuk mencegah penyakit tertentu. 

Demam pada sapi bukanlah kondisi yang bisa dianggap sepele. Hal tersebut bisa menjadi tanda adanya infeksi virus, bakteri, atau parasit yang menyerang tubuh ternak. Oleh karena itu, peternak perlu memahami cara mengobati sapi demam dengan tepat. 

Ingin menambah pengetahuan tentang seputar kesehatan dan perawatan sapi? Anda juga bisa membaca artikel menarik lainnya tentang pengobatan mastitis pada sapi, cara mengobati penyakit sapi lato-lato, serta panduan praktis cara membuat silase pakan sapi agar kebutuhan nutrisi ternak tetap terjaga. 

Referensi:

  • Goel Vet Pharma. Fever in Cattle. Diakses dari https://goelvetpharma.com/pages/fever-in-cow

  • NSW Government. Bovine ephemeral fever (Three day sickness). Diakses dari https://www.nsw.gov.au/regional-and-primary-industries/livestock/health-diseases/bovine-emphemeral-fever

  • Universitas Airlangga. Penanganan Bovine Ephemeral Fever “Penyakit hits musiman” yang mengancam dan merugikan ternak!. Diakses dari https://fkh.unair.ac.id/penanganan-bovine-ephemeral-fever-penyakit-hits-musiman-yang-mengancam-dan-merugikan-ternak/

  • MSD Manual. Bovine Ephemeral Fever. Diakses dari https://www.msdvetmanual.com/generalized-conditions/bovine-ephemeral-fever/bovine-ephemeral-fever

Cara Mengobati Sapi Demam secara Mandiri & Prosedur Medis
Cara Mengobati Sapi Demam secara Mandiri & Prosedur Medis
Agroveta Logo
Alamat: Kalbe Business Innovation Center Lt. 4, Jl. Pulogadung No. 23 Kav. II G5 Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Timur 13930
Telp: (021) 5086 7668

© Hak Cipta PT Agroveta Husada Dharma 2026. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.

Agroveta Preloader
Agroveta