Tidak sedikit peternak yang masih mengandalkan perkiraan saat memberi pakan sapi. Selama sapi terlihat kenyang, maka pemberian pakan sapi dianggap sudah cukup. Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu.
Kebutuhan pakan sapi per hari perlu dihitung dengan cermat agar sapi tetap sehat, produktif, dan biaya pakan tidak terbuang sia-sia. Memahami hal tersebut jadi langkah awal menuju peternakan yang lebih efisien.
Mengapa Kebutuhan Pakan Sapi Harus Dihitung?
Menghitung kebutuhan pakan sapi bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga berkaitan erat dengan efisiensi usaha peternakan. Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha sapi, angkanya bisa mencapai 60-70 persen dari total biaya produksi. Oleh karena itu, perhitungan yang tepat akan sangat membantu meningkatkan keuntungan.
Dengan mengetahui kebutuhan pakan sapi per hari, ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan peternak, yaitu:
Menghindari pemborosan pakan
Menjamin pertumbuhan optimal sapi
Meningkatkan produksi susu pada sapi perah
Mengurangi risiko penyakit akibat kekurangan nutrisi
Mengoptimalkan performa reproduksi
Selain itu, kebutuhan nutrisi sapi juga berkaitan dengan kesehatan sistem pencernaan, metabolisme, dan imunitas tubuh. Sapi yang mendapatkan nutrisi seimbang akan lebih tahan terhadap penyakit dan memiliki produktivitas yang lebih baik.
Faktor yang Memengaruhi Konsumsi Pakan Sapi
Pada dasarnya, kebutuhan pakan sapi per hari tidak bisa disamaratakan. Ada beberapa faktor utama yang menentukan berapa banyak pakan yang dibutuhkan oleh seekor sapi, di antaranya:
1. Bobot Badan Sapi
Bobot badan merupakan faktor paling dasar dalam menentukan kebutuhan pakan. Umumnya, sapi membutuhkan bahan kering alias dry matter sekitar 2-3 persen dari bobot tubuhnya per hari.
Misalnya, sapi dengan bobot 300 kilogram (kg) membutuhkan sekitar 6-9 kg bahan kering per hari. Sedangkan sapi dengan berat 500 kg memerlukan sekitar 10-15 kg bahan kering per hari.
Semakin besar bobot sapi, maka semakin tinggi pula kebutuhan energinya. Namun, penting diingat bahwa kebutuhan ini bukan hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas nutrisi yang terkandung dalam pakan.
2. Umur dan Fase Produksi
Selain berat badan, ternyata umur dan fase produksi sangat memengaruhi kebutuhan pakan sapi. Beberapa fase penting meliputi:
Pedet (anak sapi): Membutuhkan nutrisi tinggi untuk pertumbuhan
Sapi remaja: Fokus pada pembentukan otot dan tulang
Sapi bunting: Membutuhkan tambahan nutrisi untuk janin
Sapi laktasi: Membutuhkan energi dan protein tinggi untuk produksi susu
Sapi penggemukan: Fokus pada peningkatan berat badan
Sapi yang bunting atau menyusui membutuhkan pakan lebih banyak dibanding sapi biasa. Jika kebutuhan tidak dipenuhi, produksi susu bisa turun atau pertumbuhan janin terganggu.
3. Kualitas Hijauan dan Konsentrat
Penting untuk diketahui, tidak semua pakan punya nilai nutrisi yang sama. Hijauan berkualitas rendah biasanya membutuhkan jumlah lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sapi.
Jenis pakan utama yang bisa dikonsumsi adalah:
Hijauan: Rumput gajah, rumput odot, dan jerami
Konsentrat: Dedak, bungkil kedelai, dan jagung giling
Kombinasi yang tepat antara hijauan dan konsentrat sangat penting. Hijauan berfungsi sebagai sumber serat, sedangkan konsentrat berperan menyediakan energi dan protein. Apabila hanya mengandalkan hijauan berkualitas rendah, sapi bisa mengalami kekurangan nutrisi meskipun terlihat makan dalam porsi yang banyak.
Rumus Menghitung Kebutuhan Pakan Sapi
Untuk menghitung kebutuhan pakan sapi per hari, digunakan pendekatan berdasarkan bahan kering (BK).
Rumus dasar:
Kebutuhan BK = 2% - 3% x Bobot Badan Sapi
Setelahnya, pakan dibagi menjadi 70-80 persen hijauan dan 20–30 persen konsentrat.
Contoh sederhana:
Sapi dengan 400 kilogram, membutuhkan bahan kering sebanyak 2,5% x 400 kg = 10 kg bahan kering (BK).
Untuk sediaan pakan hijauan sebanyak 70% x 10 kg = 7 kg BK dan konsentrat 30% x 10 kg = 3 kg BK.
Karena hijauan mengandung air yang tinggi, maka berat segarnya bisa 3-4 kali lipat dari bahan kering.
Jadi, sediaan hijauan segar sebanyak 20-30 kg per hari, sedangkan konsentrat sebanyak 3-5 kg per hari.
Contoh Perhitungan Pakan Sapi Potong dan Sapi Perah
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh perhitungan kebutuhan pakan sapi per hari, baik itu sapi potong atau sapi perah.
Sapi Potong (Penggemukan)
Misal, bobot sapi seberat 350 kg dengan target penggemukan, rumusnya adalah:
Bahan Kering (BK): 2,5 %x 350 kg = 8,75 kg
Hijauan: 60% x 8,75 kg = 5,25 kg BK
Konsentrat: 40% x 8,75 kg = 3,5 kg BK
Mengingat hijauan mengandung air yang tinggi, maka hijauan segar yang perlu disiapkan sebanyak 3-4 kali lipatnya dari 5,25 kg, yaitu sekitar 15-20 kg. Sedangkan untuk konsentrat, perlu disiapkan sebanyak 3-4 kg.
Pada fase penggemukan, dianjurkan untuk menambah konsentrat lebih tinggi untuk mempercepat kenaikan berat badan.
Sapi Perah (Laktasi)
Misal, bobot sapi perah sebesar 500 kilogram dengan produksi susu sebanyak 15 liter per hari. Perhitungannya adalah:
Bahan Kering dasar: 3% x 500 kg = 15 kg
Tambahan produksi susu = 0,5 kg BK per liter
Tambahan:
15 liter x 0,5 kg = 7,5 kg BK
Total:
15 kg + 7,5 kg = 22,5 kg Bahan Kering
Rumus pembagian:
Hijauan: 60% x 22,5 kg = 13,5 kg BK
Konsentrat: 40% x 22,5 kg = 9 kg BK
Jika dikonversikan, maka hijauan segar yang dibutuhkan sebanyak 40-50 kg dan konsentrat sebesar 8-10 kg. Jenis sapi perah membutuhkan nutrisi lebih tinggi karena energi yang digunakan untuk mendukung produksi susu.
Selain mengatur jumlah hijauan dan konsentrat, peternak juga perlu memperhatikan kualitas nutrisi tambahan agar kebutuhan sapi terpenuhi secara optimal. Produk pakan tambahan dapat membantu melengkapi nutrisi harian sapi sesuai dengan tujuan pemeliharaannya, baik untuk sapi potong maupun sapi perah.
Untuk sapi potong yang sedang dalam program penggemukan, beberapa produk yang dapat dipertimbangkan yaitu Lagantor F1 Customix dan Lagantor FC Plus. Produk ini bisa digunakan sebagai bagian dari strategi pemberian nutrisi untuk mendukung pertumbuhan dan performa sapi.
Sementara pada sapi perah, coba gunakan Lagantor LC, Lagantor DC, Lagantor Yea5, dan Lagantor Milku untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi sapi perah sesuai fase produksinya. Perlu diingat bahwa pemberian produk tambahan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi sapi, kualitas pakan utama, dan tujuan pemeliharaan agar hasilnya optimal.
Tips Menyusun Ransum Sapi yang Efektif
Agar kebutuhan pakan sapi per hari terpenuhi dengan optimal, ada beberapa tips praktis yang bisa diterapkan, yaitu:
Gunakan kombinasi hijauan dan konsentrat untuk memberikan nutrisi yang lebih seimbang bagi sapi
Perhatikan kualitas pakan untuk mendukung pertumbuhan dan produksi susu sapi
Sesuaikan pakan dengan fase produksi dan ingat bahwa sapi bunting, sapi laktasi, dan sapi penggemukan punya kebutuhan nutrisi yang lebih tinggi
Berikan pakan secara bertahap untuk menjaga pencernaan sapi tetap optimal
Pastikan kebutuhan air minum sapi cukup untuk mendukung proses metabolisme dan produksi susu
Lakukan evaluasi berkala untuk mendukung produktivitas sapi. Segera evaluasi ransum jika tidak terjadi peningkatan
Hindari overfeeding alias memberi makan sapi terlalu banyak karena bisa menyebabkan gangguan metabolik.
Dengan memahami cara menghitung kebutuhan pakan secara tepat, peternak dapat meningkatkan efisiensi, penekanan biaya, serta memaksimalkan hasil produksi. Edukasi ini sangat penting terutama bagi peternak pemula agar tidak salah dalam menyusun ransum.
Yuk, lengkapi pengetahuan dengan membaca artikel lainnya tentang cara membuat desinfektan kandang sapi yang efektif untuk menjaga kesehatan ternak, serta panduan cara membuat silase pakan sapi berkualitas agar stok pakan tetap aman dan bernutrisi sepanjang waktu.
Referensi:
Kanjabung. Berapa Kebutuhan Pakan Sapi Per Hari? Simak Perhitungannya!. Diakses dari https://kanjabung.com/kebutuhan-pakan-sapi-per-hari/
BBPP Kupang. Pakan untuk Penggemukan Sapi. diakses dari https://bbppkupang.bppsdmp.pertanian.go.id/blog/pakan-untuk-penggemukan-sapi
Don’t Lose the Plot. Feeding your cows. Diakses dari https://dontlosetheplot.tv/en/agri-info/livestock/dairy/feeding-your-cows/
Queensland Government. Feeding cattle. Diakses dari https://www.dpi.qld.gov.au/business-priorities/biosecurity/animal-biosecurity-welfare/welfare-ethics/drought-feeding/feeding-cattle
Sveaverken. All You Need to Know about Cattle Feeding. Diakses dari https://www.sveaverken.com/de/blog/tutorials-and-guides-69/all-you-need-to-know-about-cattle-feeding-73

