Kesehatan sapi sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kandang. Saat kandang tampak kotor dan lembap, ini bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri, virus, serta jamur penyebab penyakit. Untuk mencegah munculnya penyakit, peternak perlu melakukan pembersihan dan penyemprotan secara rutin.
Menariknya, banyak peternak mulai mencari cara membuat disinfektan untuk kandang sapi sendiri agar lebih hemat sekaligus tetap menjaga kebersihan lingkungan peternakan. Kendati demikian, pembuatan disinfektan tidak bisa dilakukan secara asal. Mari ketahui cara membuat disinfektan dengan takaran yang tepat dan efektif untuk membasmi kuman.
Apa Saja Bahan Aktif Disinfektan yang Aman untuk Ternak?
Disinfektan merupakan bahan yang digunakan untuk membunuh atau menonaktifkan mikroorganisme berbahaya seperti jamur, bakteri, virus, hingga parasit.
Dalam dunia peternakan, tidak semua desinfektan cocok digunakan di area kandang. Pemilihan Bahan perlu dipertimbangkan agar efektivitasnya dalam membunuh kuman lebih optimal dan tidak menimbulkan iritasi atau gangguan kesehatan pada ternak.
Beberapa bahan aktif yang cukup umum digunakan dalam disinfektan peternakan adalah:
Sodium hypochlorite (bleach)
Quaternary ammonium compound (QAC)
Iodine compound
Hydrogen peroxide
Chlorhexidine
Bahan-bahan tersebut dikenal memiliki kemampuan yang cukup luas dalam mengendalikan berbagai jenis mikroorganisme. Meski demikian, Anda tetap perlu memperhatikan takaran yang tepat. Pasalnya, konsentrasi yang terlalu tinggi bisa menimbulkan iritasi pada kulit, saluran pernapasan, atau bahkan berdampak pada kesehatan ternak.
Selain jenis bahan aktif, efektivitas disinfektan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, seperti konsentrasi larutan, suhu lingkungan, pH air, serta lamanya disinfektan bersentuhan dengan permukaan yang disemprot.
Oleh sebab itu, penggunaan disinfektan sebaiknya mengikuti petunjuk yang dianjurkan agar proses disinfeksi efektif untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit di kandang.
Langkah-langkah Membuat Larutan Disinfektan Mandiri
Membuat larutan disinfektan untuk kandang sapi sebenarnya tidak terlalu rumit. Selama menggunakan bahan yang tepat dan mengikuti anjuran takaran yang dianjurkan, peternak bisa membuat disinfektan sendiri untuk membantu menjaga kebersihan lingkungan kandang.
Rumus Takaran Umum yang Digunakan
Salah satu cara sederhana yang sering digunakan adalah mencampurkan larutan pemutih (bleach) dengan air. Perbandingan yang umum digunakan sekitar 4 ons pemutih yang dicampurkan ke dalam 1 galon air untuk menghasilkan larutan disinfektan ringan.
Larutan ini biasanya digunakan digunakan untuk membersihkan peralatan kandang, alas kaki, atau area tertentu di lingkungan peternakan yang berpotensi menjadi sumber penularan penyakit.
Meski begitu, takaran tersebut bisa berbeda tergantung dengan jenis bahan aktif yang digunakan. Setiap bahan memiliki tingkat kekuatan yang berbeda-beda, sehingga konsentrasi yang digunakan juga perlu disesuaikan,
Oleh karena itu, peternak sebaiknya selalu memperhatikan rekomendasi penggunaan agar larutan disinfektan tetap lebih efektif dan aman unruk ternak maupun manusia yang bekerja di kandang.
Alat dan Bahan yang Digunakan
Sebelum membuat larutan disinfektan, ada beberapa alat dan bahan yang sebaiknya disiapkan terlebih dahulu, yaitu:
Ember atau wadah untuk mencampur larutan
Air bersih
Bahan aktif disinfektan
Alat ukur takaran
Alat semprot
Sarung tangan dan pelindung mata
Proses pencampuran disinfektan sebaiknya dilakukan di area yang memiliki sirkulasi udara yang baik atau di area terbuka. Hal ini penting untuk mengurangi risiko menghirup uap bahan kimia yang terlalu pekat. Selain itu, penggunaan alat pelindung seperti sarung tangan juga disarankan agar kulit tidak langsung bersentuhan dengan bahan disinfektan yang bersifat iritatif.
Teknik Penyemprotan Kandang yang Efektif
Proses desinfeksi kandang tidak hanya ditentukan oleh jenis larutan yang digunakan, tetapi juga berdasarkan cara penyemprotan. Jika penyemprotan dilakukan secara tidak merata, maka masih ada kemungkinan sebagian area kandang menjadi tempat bertahannya bakteri, virus, atau jamur penyebab penyakit.
Sebelum mulai menyemprot disinfektan, kandang sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran sapi, sisa pakan, dan lumpur yang menempel di lantai atau dinding. Langkah ini penting karena disinfektan bekerja lebih optimal pada permukaan yang sudah bersih. Kotoran organik akan menghalangi bahan aktif disinfektan sehingga kemampuannya dalam membunuh mikroorganisme jadi berkurang.
Setelah kandang bersih, penyemprotan disinfektan sebaiknya dilakukan secara teratur. Peternak bisa mulai dari bagian atas seperti dinding atau tiang kandang, lanjut ke sisi-sisi kandang, dan berakhir ke bagian lantai. Cara ini membantu memastikan seluruh permukaan kandang terkena larutan disinfektan secara merata, sehingga proses disinfeksi berjalan lebih efektif.
Hal Penting Lainnya yang Perlu Diperhatikan saat Disinfeksi Kandang
Selain memilih bahan disinfektan yang tepat dan menerapkan teknik penyemprotan yang benar, terdapat beberapa hal lain yang perlu diperhatikan oleh peternak agar proses disinfeksi kandang berjalan aman dan efektif.
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah sirkulasi udara di dalam kandang. Beberapa jenis disinfektan memiliki aroma yang cukup tajam dan bisa menimbulkan iritasi jika terhirup dalam jumlah tinggi, baik pada manusia maupun ternak. Untuk itu, pastikan kandang memiliki ventilasi yang baik.
Penyemprotan juga sebaiknya dilakukan saat kandang kosong atau ketika sapi dipindahkan sementara agar paparan uap disintektan tidak langsung terhirup oleh ternak.
Selanjutnya, perhatikan frekuensi penggunaan disinfektan. Penyemprotan yang terlalu sering, terutama dengan konsentrasi yang tinggi justru dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan sapi. Dalam jangka panjang, paparan bahan kimia yang berlebihan dapat mengganggu saluran pernapasan ternak dan membuat sapi menjadi mudah stres. Oleh karena itu, penggunaan disinfektan sebaiknya dilakukan secara terjadwal sesuai kebutuhan dan kondisi kebersihan kandang.
Tak lupa, pastikan peralatan yang masuk ke area kandang juga dalam kondisi bersih. Sepatu, kendaraan, hingga alat kerja yang digunakan di peternakan bisa menjadi media pembawa kuman dari luar. Dengan menyediakan tempat disinfeksi untuk peralatan tersebut, maka risiko masuknya patogen ke dalam lingkungan peternakan dapat dikurangi.
Membuat disinfektan sendiri memang bisa menjadi solusi yang lebih hemat bagi peternak. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit yang masih kesulitan dalam menentukan takaran yang tepat.
Jika konsentrasinya terlalu rendah, disinfektan mungkin tidak cukup kuat untuk membunuh kuman. Sebaliknya, jika terlalu pekat pun larutan tersebut justru bisa berisiko bagi kesehatan sapi maupun pekerja di kandang.
Karena alasan itulah sebagian peternak memilih menggunakan disinfektan khusus peternakan yang sudah diformulasikan dengan konsentrasi tepat, salah satunya Mefisto dari Agroveta. Produk ini dirancang untuk membasmi virus, bakteri, dan jamur di area kandang secara efektif dan tetap aman digunakan di lingkungan ternak.
Selain menyediakan produk, Agroveta juga memberikan edukasi kepada peternak mengenai pentingnya memperhatikan batas konsentrasi disinfektan, termasuk ambang batas kadar (ppm) yang efektif untuk membunuh patogen namun tetap ramah bagi hewan.
Pasalnya, penggunaan disinfektan yang terlalu keras dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan pernapasan ternak. Dengan pemahaman yang tepat, peternak dapat menjaga kebersihan kandang tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan sapi.
Untuk melengkapi pengetahuan Anda dalam merawat ternak, jangan lewatkan juga artikel lainnya yang membahas cara mengobati sapi demam serta cara membuat silase pakan sapi sebagai panduan praktis bagi para peternak.
Referensi:
College of Veterinary Medicine. Cleaning and Disinfection on the Dairy Farm. Diakses dari https://www.vet.cornell.edu/animal-health-diagnostic-center/programs/nyschap/modules-documents/cleaning-and-disinfection-dairy-farm
DairyNZ. Disinfection. Diakses dari https://www.dairynz.co.nz/animal/mastitis/disinfection/
Animal and Plant Health Inspection Service (USDA). Enhance Biosecurity. Diakses dari https://www.aphis.usda.gov/livestock-poultry-disease/avian/avian-influenza/hpai-detections/livestock/enhance-biosecurity
Scottish Government. Biosecurity practices for animal health: guidance. Diakses dari https://www.gov.scot/publications/biosecurity-practices-for-animal-health-guidance/pages/hygiene/the
The Poultry Site. Cleaning and disinfecting to support your biosecurity program. Diakses dari https://www.thepoultrysite.com/articles/cleaning-and-disinfecting-to-support-your-biosecurity-program
ZooTecnica. Biosecurity: cleaning and disinfection. Diakses dari https://zootecnicainternational.com/featured/biosecurity-cleaning-and-disinfection/

